Sabtu, 07 November 2026 WIB

Budaya Melayu Riau Harus Terus Hidup dan Berkembang

Redaksi - Sabtu, 07 November 2026 10:54 WIB
Budaya Melayu Riau Harus Terus Hidup dan Berkembang
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Ariyadi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Kekayaan budaya merupakan identitas daerah yang memiliki peran dalam membentuk jati diri masyarakat. Pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga warisan masa lalu, tetapi juga memastikan nilai-nilai tradisi tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah perubahan zaman.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Ariyadi, mengatakan masyarakat Riau memiliki kekayaan budaya Melayu yang sangat besar dan bernilai tinggi. Kekayaan tersebut tercermin melalui berbagai cabang seni dan ekspresi budaya yang tumbuh serta berkembang di tengah kehidupan masyarakat.

"Masyarakat Provinsi Riau dikaruniai kekayaan budaya Melayu yang sangat besar dan bernilai tinggi. Mulai dari seni tari, musik, teater, sastra, seni rupa, kerajinan, hingga berbagai ekspresi budaya lainnya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat," katanya di Pekanbaru, Jumat.

Baca Juga:

Dijelaskan, keberagaman ekspresi budaya tersebut bukan sekadar warisan kesenian, melainkan bagian penting dari identitas dan jati diri masyarakat Riau. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perubahan sosial maupun perkembangan zaman.

"Kekayaan tersebut merupakan identitas dan jati diri daerah yang harus senantiasa kita jaga, lestarikan, dan wariskan kepada generasi mendatang," jelasnya.

Baca Juga:

Diungkapkan, upaya pelestarian kebudayaan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi perkembangan kreativitas. Dengan demikian, kebudayaan dapat terus diwariskan tanpa kehilangan relevansi dalam kehidupan masyarakat modern.

Ariyadi menambahkan, kebudayaan pada dasarnya memiliki sifat dinamis. Perkembangan zaman harus menjadi peluang bagi para pelaku seni dan budaya untuk menghadirkan berbagai inovasi, sepanjang tetap berpegang pada nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kebudayaan Melayu.

"Kita memahami bersama bahwa kebudayaan bukanlah sesuatu yang statis. Kebudayaan harus terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi pedomannya," ungkapnya.

Diterangkan, penyelenggaraan Pasar Seni Taman Budaya Provinsi Riau Tahun 2026 dinilai memiliki arti strategis bagi pengembangan kebudayaan daerah. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan seniman, budayawan, komunitas seni, serta masyarakat dalam satu wadah apresiasi dan kreativitas.

Dengan begitu, para pelaku seni mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya, memperkenalkan kekayaan budaya daerah, sekaligus membangun interaksi dengan masyarakat. Kehadiran ruang seperti ini juga diharapkan dapat memperluas apresiasi publik terhadap berbagai bentuk kesenian yang berkembang di Riau.

"Dalam konteks inilah Pasar Seni Taman Budaya Provinsi Riau Tahun 2026 menjadi sangat penting. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi tumbuhnya ekosistem seni dan budaya yang lebih dinamis, inklusif, dan berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning," terangnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Silaturahmi ke Balai Adat, Kapolda Riau Arman Achdiat Ajak LAMR Bersinergi
Empat Kecamatan Dukung Munawar Rosidi Sebagai Panglima Tameng Adat LAMR Bengkalis
Kafilah Riau Tampilkan Budaya Melayu dalam Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang
Wawako Markarius Apresiasi Gelar Budaya Melayu Islam DMDI Pekanbaru
Pembangunan Balai Adat, Persukuan Melayu Datuok Majolelo Pulau Belimbing Gelar Syukuran
Siak Harus Jadi Wajah Wisata Budaya Melayu Indonesia
komentar
beritaTerbaru