Rabu, 22 April 2026 WIB

Zapin Menjaga Marwah Budaya Melayu, Potensi Wisata Berbasis Kearifan Lokal

Redaksi - Sabtu, 10 Januari 2026 17:05 WIB
Zapin Menjaga Marwah Budaya Melayu, Potensi Wisata Berbasis Kearifan Lokal
Tari Zapin Melayu yang sarat dengan makna dibawakan oleh dua pria.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Zapin, tarian khas Melayu Riau, memiliki kekuatan ganda. Selain menjaga marwah budaya Melayu, tarian ini juga bisa menjadi motor penggerak promosi pariwisata berbasis kearifan lokal.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf, mengatakan, Zapin Meskom Bengkalis hingga Zapin Api Rupat, merupakan varian kekayaan zapin di Riau menjadi modal penting dalam mengembangkan pariwisata budaya. Setiap tarian membawa cerita dan daya tarik yang berbeda bagi wisatawan.

Kekayaan sejarah dan tradisi yang dimiliki Riau menjadi modal penting untuk mengembangkan Zapin sebagai atraksi wisata budaya. Dengan pengemasan yang tepat, pertunjukan Zapin tidak hanya dinikmati masyarakat setempat, tetapi juga wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara.

Baca Juga:

"Tak hanya dari sisi budaya, tetapi juga dalam pengembangan sektor pariwisata, Zapin dapat kita kembangkan. Ciri khas tariannya mempunyai daya tarik besar sebagai atraksi wisata budaya," ujarnya..

Riau sendiri sejak dahulu telah menjadi rumah bagi beragam jenis Zapin. Mulai dari Zapin Meskom Bengkalis, Zapin Siak, Zapin Lancang Kuning, Zapin Kipas, Zapin Api, hingga berbagai varian lainnya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga:

Keberagaman ini memperlihatkan betapa zapin bukan sekadar tarian tunggal, melainkan sebuah tradisi yang kaya ekspresi. Setiap jenis Zapin memiliki ciri gerak, irama, dan makna tersendiri.

"Kalau ada pagelaran seni zapin, bisa nanti wisatawan datang melihat langsung ke Bengkalis, Siak, atau Pekanbaru. Jadi nilai jualnya ya disitu untuk pariwisata kita," jelasnya.

Gerakan tari Zapin banyak terinspirasi dari alam. Harmoni gerak yang menyerupai ombak laut dan hembusan angin menjadi simbol hubungan manusia dengan lingkungannya.

Nilai-nilai filosofis tersebut membuat tari zapin bukan hanya indah dipandang, tetapi juga sarat pesan moral. Melalui ini masyarakat diajak seperti memahami pentingnya hidup selaras dengan alam, menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan lingkungan.

Salah satu contoh konkret pengembangan adalah pertunjukan Zapin Api di kawasan wisata Pantai Rupat. Atraksi ini kerap digelar pada malam hari, menghadirkan suasana magis yang memadukan seni, tradisi, dan keunikan lokal.

"Lihat pertunjukan Zapin Api di kawasan wisata Pantai Rupat pada malam hari. Ini atraksi unik yang dapat dipromosikan secara luas," ungkapnya.

Datuk Marjohan menilai, penguatan promosi dapat dilakukan melalui berbagai media, mulai dari konten visual digital hingga produksi film dokumenter. Langkah ini diyakini mampu memperluas jangkauan zapin sebagai ikon wisata budaya Riau.

"Setiap penampilan zapin itu kalau bisa dibuat filmnya dan konten. Orang-orang banyak dapat melihat itu, kemudian bagi penasaran bisa langsung datang ke Pantai Rupat," ucapnya.

Dengan strategi tersebut, zapin tidak lagi hanya tampil di panggung-panggung seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari paket wisata. Wisatawan tidak sekadar menonton, tetapi ikut merasakan pengalaman budaya yang otentik.

Bagi LAM Riau, upaya ini sejalan dengan misi menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan seniman lokal, sanggar tari, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi pertunjukan dapat menciptakan efek ekonomi yang nyata.

"Kalau sudah begitu, ini tak hanya tontonan hiburan, tetapi juga sarana yang sarat makna. Promosi pariwisata daerah juga bisa kita dapat dari hal tersebut," pungkasnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
DPP LMR Kobarkan Semangat Marwah Melayu hingga ke Pelosok Negeri
Edy Natar Jabat Pembina LMR, Semangat Baru Bangkitkan Marwah Melayu
Simposium Siak Pusat Kebudayaan Melayu, Bukti Akar Budaya Melayu Terjaga di Siak
Wako Pekanbaru Dukung Tugu Zapin Diganti dengan Ikon Baru yang Lebih Melayu dan Modern
Bupati dan Ketua GOW Inhil Hadiri Ajang Pelestarian Budaya Melayu, 6.000 Penari Zapin di Pekanbaru Pecahkan Rekor Dunia
Tugu Zapin Segera Diperbaiki
komentar
beritaTerbaru