Selasa, 10 Februari 2026 WIB

Ketum PWI Pusat Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan

Redaksi - Jumat, 16 Januari 2026 00:12 WIB
Ketum PWI Pusat Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan
Pelepasan peserta Kemah Budaya Wartawan ke perkampungan Suku Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Provinsi Banten.(Foto: PWI)
JAKARTA - KemahBudayaWartawan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 merupakan terobosan baru sejak HPN pertama digelar tahun 1982. Pemilihan lokasi KemahBudaya di perkampungan Suku Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Provinsi Banten, juga sangat menarik. Peserta bisa belajar ilmu kehidupan langsung dari sumbernya.


Demikian dikatakan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Ahmad Munir didampingi Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sakedang dan Ketua Departemen Seni, Musik, Film dan Budaya Ramon Damora, serta Koordinator KemahBudaya Kunni Masrohati, saat melepas peserta KemahBudaya di aula PWI Pusat, Kebonsirih, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

"Di Baduy teman-teman bisa belajar bagaimana menjaga alam, dan hidup secara tradisional dan alami. Bahkan untuk Baduy dalam di sana tanpa internet, listrik dan peralatan modern lainnya. Ini tempat yang cocok untuk melakukan capacity building, di tengah situasi yang tidak mengenakkan dan serba terbatas. Sebuah tantangan untuk bisa beradaptasi di lingkungan yang jauh dari hal-hal yang menjadi keseharian kita," ujar Cak Munir, sapaan akrabnya.

Baca Juga:

Di depan puluhan peserta KemahBudaya yang terdiri dari wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah.Cak Munir berpesan agar peserta KemahBudayaWartawan ini belajar dan memahami kehidupan masyarakat Baduy yang tetap teguh memegang ajaran leluhurnya, menjaga alam dan sosial budaya. Bagaimana mereka menjaga komuniatasnya tetap survive di tengah kemajuan zaman, juga menarik untuk dipelajari.

"Lakukan pendalaman materi terlebih dulu supaya paham peta dan situasi di lokasi tujuan. Dan jangan lupa hormati semua larangan, pantangan dan aturan adat yang ada," pesan Cak Munir yang juga Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara.

Baca Juga:

Seperti diketahui, PWI Pusat akan menggelar menggelar KemahBudayaWartawan pada 16–17 Januari 2026.

"Kegiatan KemahBudayaWartawan merupakan salah satu rangkaian HPN yang tahun ini dipusatkan di Banten. KemahBudaya diprioritaskan bagi wartawan dan sastrawan perempuan. Wartawan dan sastrawan memiliki kesempatan yang sama dengan porsi berimbang, dan jumlah peserta terbanyak adalah perempuan," ujar Kunni Masrohati.

Kegiatan ini akan diikuti oleh 41 wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Lampung, Palembang, Surabaya, hingga Samarinda.

"Karya tulis peserta dikirim ke email panitia paling lambat 21 Januari 2026 pukul 18.00 WIB. Seluruh karya akan dibukukan dan diluncurkan acara puncak HPN di Banten pada 8 Februari 2026," kata Kunni, yang juga wartawan senior dan sastrawan.

Kondisi alam Kampung Baduy yang berupa perbukitan membutuhkan stamina yang prima. Oleh karena itu, peserta diingatkan agar benar-benar dalam kondisi sehat, baik jasmani maupun rohani.

Rombongan dijadwalkan diterima oleh Bupati Lebak sebelum menuju homestay di Kampung Ketug, Desa Kanekes. Peserta juga akan diajak berdiskusi dengan para pemuka dan masyarakat setempat untuk memahami adat istiadat serta kehidupan masyarakat Baduy.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ketua DK PWI Riau: Penggunaan Ijazah Palsu oleh Oknum Wartawan Masuk Ranah Pidana
HPN 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Nasional, PWI Riau Kirim 110 Delegasi
Tangsi Belanda Ambruk, Menteri Pariwisata Diminta Segera Tetapkan KSPN dan Pugar Istana Siak
Pascaambruknya Tangsi Belanda, Tim Kemenbud Turun ke Siak
Biaya Perawatan Korban Ambruk Lantai Dua Tangsi Belanda Ditanggung Pemkab
Fotonya Dimuat dalam Pemberitaan, Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan, Pertimbangkan Lapor Dewan Pers
komentar
beritaTerbaru