Diguyur Hujan Sejak Sore, Malam Ini Atmosfer Pekanbaru Kembali Biru
Warga Kota Pekanbaru malam ini merasakan udara segar setelah Kota Bertuah diguyur hujan sejak sore Sabtu (24/10/
Lingkungan
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru, H Fathullah menyesalkan cagar budaya Kota Pekanbaru yang merupakan bukti sejarah yakni masjid Raya Senapelan dihapus. Pasalnya saat ini bangunan maesjid Raya tidak lagi seperti awal berdiri dahulu, revitalisasi membuat bangunan masjid ini berubah total.
Sehingga adanya rencana dari Kementrian untuk penghapusan cagar budaya yang dimiliki Kota Bertuah turut disesalkan DPRD Kota Pekanbaru.
"Sebagai masyarakat Kota Pekanbaru saya tidak menginginkan nilai-nilai sejarah Masjid Raya hilang begitu saja," kata Fathullah saat dikonfirmasi di kantornya Rabu (5/4).
Baca Juga:
Untuk itu, Fathullah berharap agar renovasi total mesjid raya diberhentikan dahulu. Menurutnya kembalikan bentuk asli dari mesjid raya tersebut.
"Sudah banyak biaya yang sudah dikucurkan untuk renovasi total mesjid raya itu, saya mohon kepada pak gubernur tolong anggaran yang akan dikucurkan ditahan dulu. Kita bermusyawarah dulu dengan kelompok-kelompok suku bangsa yang ada disini terutama masyarakat melayu, seperti LAM Kota, LAM Provinsi, tokoh masyarakat yang ada dibawa berunding. Ini bukan negri satu orang tapi negri orang banyak. Contohnya banyak uang yang habis disana tapi tidak diterima oleh masyarakat. Kan kecewa kita," jelasnya.
Baca Juga:
Fathullah juga menginformasikan kepada Gubernur Riau jangan terburu-buru menurunkan anggaran untuk sekarang ini.
"Tolong ditahan dulu! Karena masyarakat Riau khususnya di Pekanbaru tidak menerima keberadaan mesjid raya yang ada sekarang. Kita membangun itu harus singkron apa tidak dengan masyarakat, menerima atau tidak masyarakat dengan perubahan mesjid ini. Masyarakat inginnya dibangun mesjid raya seperti semula. Kalau seperti sekarang ini sudah jauh berubah," tegas Fatullah.
Politisi Gerindra ini sangat miris melihat situs sejarah yang ada di masjid raya sudah dicabut oleh situs sejarah dari Pagaruyung.
"Apa ga kecewa kita, satu-satunya di Pekanbaru yang dapat kita banggakan, ikon yang kita banggakan di Pekanbaru malah hilang. Jadi gak ada arti pak gubernur bangun disitu. Yang dibangun itu menyenangkan hati masyarakat. Dulu saat mesjid raya masih bentuk aslinya, setiap bulan suci ramadhan mesjid raya dikunjungi masyarakat dari provinsi-provinsi lain, sekarang tidak ada lagi. Kan kita yang rugi, semegah manapun mesjid dibangun kalau tidak sesuai dengan bentuk semula, tidak ada manfaatnya," sesalnya.
Dilihat dari Peraturan Gubernur yang ada pun renovasi ini salah. Di Pergub dinyatakan untuk membangun kawasan, bukan masjid itu yang dirombak. Yang bertanggung jawab tentu kepala daerah kenapa dibiarkan yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. (eza)
Warga Kota Pekanbaru malam ini merasakan udara segar setelah Kota Bertuah diguyur hujan sejak sore Sabtu (24/10/
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Di balik keberanian petugas pemadam kebakaran menerobos kobaran api demi menyelamatkan nyawa manusia, ada sosok
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru taklukkan Persikad Depok dengan akor 32 pada pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027 Grup
Sport
Polresta Pekanbaru Bersama Tokoh Masyarakat Deklarasi Bersama Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba
Hukrim
Gerebek Sarang Narkoba di Pekanbaru, Kasat Noki Incar Sabu, Senpi dan Senjata Tajam
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti Herman, S.K.M., S.Kep., M.Kes., menghadiri k
Sosial
kabarmelayu.com,JAKARTA Ketua Badan Kerja Sama AntarParlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. H. Syahrul Aidi Ma&039azat, Lc., MA, menyatakan duku
Parlemen
kabarmelayu.com,KUANSING Satuan Reserse Narkoba Polres Kuantan Singingi (Kuansing), menggagalkan dugaan peredaran narkotika jenis ganja ke
Hukrim
kabarmelayu.com, PEKANBARU Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis terus berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan men
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera, Sabtu pagi (24/10/2026) masih berada di angka tiga ribuan. Updat
Lingkungan