Diguyur Hujan Sejak Sore, Malam Ini Atmosfer Pekanbaru Kembali Biru
Warga Kota Pekanbaru malam ini merasakan udara segar setelah Kota Bertuah diguyur hujan sejak sore Sabtu (24/10/
Lingkungan
RENGAT, kabarmelayu.com - Peredaran Gas LPG bersubsidi ukuran 3 Kg sudah sekitar 2 minggu terakhir ini menghilang dari sejumlah agen pemasaran, bahkan dari sejumlah pangkalan hingga ke pedesaan, Gas 3 Kg itu kondisinya kosong, hal ini membuat para pelanggan pengguna gas LPG menjadi kewalahan.
Kepala Desa Cenaku Kecil Kecamatan Batangcenaku, Inhu, Ahmad Yani saat bertemu dengan awak media ini Kamis (7/12) mengatakan, masyarakatnya kini tidak lagi menggunakan Gas LPG 3 Kg, sebab untuk memperoleh gas LPG yang 3 Kg itu sangat sulit sekali, sedangkan pangkalan Gas LPG di desanya pun tidak mendapatkan pasokan gas LPG tersebut.
Untuk mendapatkan Gas LPG ukuran 5 Kg atau yang 12 Kg harus membelinya di Belilas Kecamatan Seberida yang jarak tempuhnya mencapai 2 jam perjalanan, kini warga Cenaku Kecil lebih memilih kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak di rumahnya.
Baca Juga:
Menurut Kades Ahmad Yani, kalaupun ada Gas LPG ukuran 3 Kg itu sesekali bisa didapatkan di Kelurahan Kilan, Kecamatan Batangcenaku, namun harga jualnya tidak lagi mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp.19 ribu per tabung, namun bisa mencapai Rp.30 ribu hingga Rp.35 ribu per tabung 3 Kg tersebut, itupun sulit didapat, imbuhnya.
Di kawasan Peranap, Inhu mengalami hal yang serupa, masyarakat kesulitan mendapatkan Gas LPG 3 Kg, sebagaimana yang disampaikan Nurhayati (52) ibu rumah tangga ini, masyarakat di sekitar kediamannya terpaksa menggunakan kayu bakar, karena sulitnya mendapatkan Gas LPG bersubsidi 3 Kg itu, sedangkan ingin mengganti dengan Gas LPG ukuran 5 Kg atau 12 Kg tidak terjangkau, sebab harus pula membeli tabung gas dimaksud.
Baca Juga:
Sementara di kawasan Pematangreba hingga Bukit Selasih dan sekitarnya, bahkan sampai ke Rengat, untuk mendapatkan Gas LPG 3 Kg masyarakat merasa kesulitan, sepertinya peredaran Gas LPG bersubsidi itu menghilang dari pasaran, banyak masyarakat memaksakan untuk bisa mendapatkan dan membeli Gas LPG ukuran 5 Kg dan yang 12 Kg.
Kadis Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Inhu, R Marwan melalui Kabid Perdagangan, Aris Prasetyo dikonfirmasi awak media ini Kamis (7/12) mengatakan, jumlah tabung yang beredar di masyarakat Inhu terhadap masyarakat kurang mampu sudah sesuai dengan peredarannya, sesuai dengan data masyarakat kurang mampu tadi.
Hanya saja, pengguna Gas LPG bersubsidi ukuran 3 Kg itu banyak digunakan terhadap masyarakat menengah keatas, sementara mereka tidak terdata untuk perolehan Gas bersubsidi itu, akibatnya yang seyogyanya pengguna Gas LPG 3 Kg tidak lagi bisa mendapatkan Gas bersubsidi tersebut.
Dalam aturannya, Kata Aris Prasetyo, masyarakat yang berkemampuan menengah keatas tidak diperkenankan menggunakan Gas LPG 3 Kg itu, namun jatah mereka adalah Gas LPG yang ukuran 5 Kg hingga 12 Kg, hendaknya masyarakat yang berkemampuan bisa sadar diri tidak menggunakan Gas LPG yang 3 Kg itu.
Menurut Aris, PNS, TNI/Polri, rumah makan berskala besar dan sedang, staf perkebunan hingga Wartawan, tidak lagi menggunakan Gas LPG bersubsidi yang 3 Kg itu, padahal himbauan ini sudah lama dipajangkan di setiap pangkalan Gas LPG.
Memang pihak Disprindag Inhu ada rencana untuk melakukan cek and recek ke sejumlah rumah rumah pemukiman masyarakat yang berpenghasilan menengah keatas, termasuk perumahan staf di perusahaan perkebunan, PNS, TNI/Polri dan masyarakat yang berpenghasilan menengah keatas tadi, apakah benar mereka masih menggunakan Gas LPG yang 3 Kg itu.
Namun, sebelum dilakukannya cek and recek itu, doihimbau kembali kepada masyarakat yang berpenghasilan menengah keatasn tadi, tidak lagi menggunakan Gas LPG bersubsidi 3 Kg itu, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah bisa terjangkau menggunakan Gas LPG 3 Kg yang memang diperuntukkan terhadap mereka, tambah Aris.
Menjawab pertanyaan awak media ini, Aris mempredeksi adanya keluhan masyarakat bahwa Gas bersubsidi 3 Kg hijrah dari wilayah Pemkab Inhu ke wilayah Kabupaten tetangga, hal kabar itu memang perlu diwaspadai dan memang harus ada pembuktiannya, tutupnya Aris (zap)
Warga Kota Pekanbaru malam ini merasakan udara segar setelah Kota Bertuah diguyur hujan sejak sore Sabtu (24/10/
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Di balik keberanian petugas pemadam kebakaran menerobos kobaran api demi menyelamatkan nyawa manusia, ada sosok
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru taklukkan Persikad Depok dengan akor 32 pada pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027 Grup
Sport
Polresta Pekanbaru Bersama Tokoh Masyarakat Deklarasi Bersama Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba
Hukrim
Gerebek Sarang Narkoba di Pekanbaru, Kasat Noki Incar Sabu, Senpi dan Senjata Tajam
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti Herman, S.K.M., S.Kep., M.Kes., menghadiri k
Sosial
kabarmelayu.com,JAKARTA Ketua Badan Kerja Sama AntarParlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. H. Syahrul Aidi Ma&039azat, Lc., MA, menyatakan duku
Parlemen
kabarmelayu.com,KUANSING Satuan Reserse Narkoba Polres Kuantan Singingi (Kuansing), menggagalkan dugaan peredaran narkotika jenis ganja ke
Hukrim
kabarmelayu.com, PEKANBARU Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis terus berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan men
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera, Sabtu pagi (24/10/2026) masih berada di angka tiga ribuan. Updat
Lingkungan