Jumat, 28 Agustus 2026 WIB

Ceritakan Sejarah Terbentuknya Kepulauan Meranti, H Irwan Nangis di Paripurna

Harijal - Senin, 19 Desember 2016 16:16 WIB
Ceritakan Sejarah Terbentuknya Kepulauan Meranti, H Irwan Nangis di Paripurna
Drs H Irwan MSi menangis saat menceritakan sejarah terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti di paripurna istimewa hari jadi ke-8 di Balai Sidang Jalan Terpadu Dorak Selatpanjang - foto humas

SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti menangis di rapat paripurna istimewa memperingati hari jadi ke-8 Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (19/12/2016). Waktu itu H Irwan sedang menceritakan susah payahnya banyak pihak dalam mewujudkan keinginan untuk jadi kabupaten baru.

H Irwan menceritakan bagaimana perjuangan dalam membentuk kabupaten Kepulauan Meranti. Tak sedikit pihak-pihak yang terkesan tak ingin Meranti ini lepas dari kabupaten induk yaitu Kabupaten Bengkalis.

H Irwan mengucapkan terima kasih kepada beberapa nama seperti Wan Abu Bakar yang waktu itu menjadi Gubernur Riau, Yohanes Oemar, Sofyan Hamzah salah seorang pemberi rekomendasi di DPRD Riau. Ada Jahlela Wati, Ramlan Abdullah, Falzan Surahman, Zulkhairil, dan beberapa nama pejuang pemekaran lainnya.

Baca Juga:

"Semuanya punya peran yang sangat besar dalam pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti," kata H Irwan.

Di hadapan ratusan peserta paripurna istimewa itu, Irwan menceritakan peran masing-masing pejuang dalam memekarkan Kabupaten Kepulauan Meranti. Semula cerita mengenai terbentuknya Kepulauan Meranti mengalir begitu saja. Namun, di tengah-tengah penyampaian, H Irwan sejenak berhenti berbicara.

Baca Juga:

Ada beberapa detik lamanya, lalu mencoba untuk berbicara namun tak bisa. Orang nomor satu di Kota Sagu itu kembali melanjutkan kata-katanya sambil terbata. "Agak sedih sedikit," kata H Irwan seakan mencoba untuk kuat.

Namun apa daya, bupati dua periode itu tak mampu menahan kesedihan. Berkali-kali Ia mengusapkan air matanya. Peserta Paripurna mencoba memberikan semangat kepada H Irwan dengan memberikan applause, tepukan tangan.

Setelah minum air dan agak tenang H Irwan melanjutkan ceritanya. Masih dengan suara serak dan tangisan, H Irwan menyampaikan terima kasih kepada istrinya Hj Nirwana Sari, SE.

Waktu itu, kata H Irwan, Nirwana Sari mengikhlaskan rumah kediaman mereka di Pekanbaru dijual. Lalu, uang hasil penjualan sekitar Rp800 juta disumbangkan semuanya untuk keperluan pemekaran kabupaten baru yang memang butuh banyak biaya.

"Istri saya menyumbangkan Rp800 juta hasil penjualan rumah di Pekanbaru. Uang itu dibawa saudara ku Peno dan Pai dari Batam untuk menyelesaikan perjuangan ini," ujarnya.

Kata H Irwan lagi, proses pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti ini tidaklah mudah. Karena, Ia mengaku secara pribadi ikut bersama-sama memperjuangkannya selama lebih kurang 7 tahun. "Dan alhamdulillah membuahkan hasil serta dapat dinikmati masyarakat. Motivasi pemekaran tidak lain dan tidak bukan untuk membawa masyarakat keluar dari lingkaran garis kemiskinan," kata H Irwan lagi.

Ia pun bersyukur atas terbentuk kabupaten ini tahun 2008 lalu, tak sedikit Pemda telah mengakomodir tenaga honorer maupun pegawai. Dengan ini, kata H Irwan, honorer yang rata-rata anak daerah sudah punya penghasilan sendiri.

 

 

(goriau.com)

SHARE:
beritaTerkait
Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar
HUT Polwan Ke-78, Police Woman Goes To School Kunjungi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota
Pelaku Industri Didorong Bantu UMKM dan Kembangkan Industri Halal
Pemko Pekanbaru Tingkatkan Status Siaga Karhutla Jadi Tanggap Darurat
Pokja Newsrom Jaga Desa SMSI, Manifestasi Kukuhkan NKRI
Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
komentar
beritaTerbaru