Sabtu, 06 Juni 2026 WIB

Islamophobia di AS Meningkat Terkait Kampanye Donald Trump

Harijal - Minggu, 06 November 2016 08:15 WIB
Islamophobia di AS Meningkat Terkait Kampanye Donald Trump
Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

WASHINGTON, kabarmelayu.com - Lembaga "think-tank" Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relations/CAIR) melaporkan islamophobia di tengah warga AS meningkat selama beberapa bulan terakhir. Hal ini dinilai terkait dengan kampanye anti-Muslim yang dilakukan calon presiden AS Donald Trump.

"Hal ini jelas, sejak Trump menjadi calon presiden, `islamophobia` di AS telah memburuk. Pertama, dia mensistematisasi hal itu (islamophobia) dalam kampanyenya, dan kami lihat hal itu tidak pernah dilakukan oleh capres-capres sebelumnya," kata Corey Saylor, Direktur CAIR Departemen Urusan Pengawasan dan Pemberantasan Islamophobia.

Menurut Saylor, kampanye-kampanye Trump yang dinilai cenderung menebarkan benih kebencian terhadap Islam dan Muslim di tengah warga AS akhir-akhir ini juga telah meningkatkan aksi anti-Muslim di negeri Paman Sam itu.
"Jadi, setelah adanya serangan di San Bernardino (2015) ditambah dengan pernyataan Trump yang mengatakan akan melarang orang Muslim datang ke AS, kami melihat ada lonjakan besar aktivitas anti-muslim pada titik ini," ujar dia.

Baca Juga:

Dia menghitung ada sekitar 34 insiden terpisah, di mana masjid menjadi sasaran aksi kekerasan dalam satu bulan. Normalnya, dalam satu bulan hanya ada satu atau dua insiden. Dia berpendapat, dengan tingkat kecenderungan anti-Muslim di AS sedikit banyak terasa sama dengan keadaan setelah terjadinya serangan 11 September.

Dia khawatir sikap "islamophobia" yang sering dimunculkan dalam kampanye Trump akan mendorong warga AS yang memang sudah memiliki pemikiran anti-Muslim menjadi semakin parah. "Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Amerika adalah negara yang hebat, namun kami sedang mengalami momen yang kurang baik," ujar Saylor.

Baca Juga:

Sebelumnya, kandidat presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dalam beberapa kampanyenya mengatakan ingin melarang orang Muslim masuk ke negara itu bila nanti terpilih sebagai presiden. Pernyataan itu dia sampaikan terkait insiden penembakan, yang diduga dilakukan oleh pasangan Muslim di San Bernardino, California, pada awal Desember 2015, yang menewaskan 14 orang. (ROL/rec)

 

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Siak: Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Murid Kelas VI UPT SDN 006 Terpadu Kubang Jaya Lulus 100 Persen, Kepsek Tegaskan Penilaian Tak Hanya di Bidang Akademik
Setelah Sukses Ujian Akhir TP 2025-2026, UPT SDN 019 Pandau Jaya Siap Hadapi Ujian Kenaikan Kelas Senin mendatang
komentar
beritaTerbaru