Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
CALIFORNIA - Modifikasi genetika memungkinkan untuk membuat manusia lebih kuat, cepat, dan tahan terhadap penyakit. Namun, masing-masing peningkatan buatan membawa risiko menghasilkan kelas baru ‘manusia super’.
Berdasarkan hasil salah satu peneliti Harvard, bagaimanapun juga ini merupakan risiko yang perlu diambil untuk selamat dari kepunahan massal berikutnya. Juan Enriquez berpendapat, artificial meningkatan gen, sel, dan organ akan dibutuhkan untuk keluar dari Bumi ke planet lain.
Enriquez memimpikan pada masa depan sel manusia bisa memperbaiki diri dari radiasi, melawan virus mematikan seperti HIV dengan mudah, dan bahkan menghindari peluru. Dalam pembicaraan TED baru-baru, Enriquez mengatakan, "Ini akan menjadi sangat sulit untuk hidup di Mars jika kita tidak memodifikasi tubuh manusia.
Baca Juga:
Modifikasi akan memungkinkan kami untuk menjelajah, hidup, dan sampai ke tempat kita bahkan tak pernah impikan hari ini. Ada lima peristiwa massal kepunahan dalam sejarah Bumi, dan Enriquez berpendapat itu sangat mungkin umat masia akan mengalami kepunahan di masa depan. Gunung berapi super, sebuah asteroid atau jilatan api matahari bisa memusnahkan umat manusia dalam sekejap.
"Jika Anda percaya bahwa kepunahan yang umum dan wajah dan normal, dan terjadi secara berkala, menjadi keharusan untuk mendiversifikasi spesies kita. Jika Bumi pergi, semua manusia pergi," kata Enriquez, seperti dilaporkan Daily Mail, Minggu (25/12/2016).
Baca Juga:
Disamping digunakan untuk memperbarui genom manusia selama abad berikutnya. Ia menyarankan manusia bisa satu hari meningkatkan diameter neurons dalam otak mereka untuk meningkatkan waktu reaksi.
Sel manusia yang diprogram ulang secara genetika bisa memperbaiki diri dari radiasi mematikan di Mars. Paru-paru dan jaringan bisa secara genetik didesain ulang sehingga mereka mengumpulkan lebih banyak organ dalam atmosfer 02 rendah dari planet lain. Selain itu, jaringan juga bisa dimodifikasi untuk lebih menyaring racun mematikan di atmosfer yang keras.
(din/okezone)
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa
Bupati Siak Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indragiri Hilir kembali menjadi perhatian publik. Guna M
Sosial
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas terhadap kabel fiber optik milik provider yang semrawut dan
Pemerintahan
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Ekbis
kabarmelayu.com,KAMPAR Setelah melaksanakan ujian akhir kelulusan beberapa waktu lalu, sebanyak 140 murid Kelas VI UPT SDN 006 Terpadu Kub
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Setelah sukses melaksanakan ujian akhir murid Kelas VI Tahun Pelajaran 20252026 beberapa waktu lalu, saat ini UPT
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Kabupaten Kampar kembali ditindak. Kali ini, Polres Kampar me
Hukrim