Senin, 21 September 2026 WIB

Studi: Terlalu Sering Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Harijal - Senin, 22 Juni 2020 11:02 WIB
Studi: Terlalu Sering Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
(Foto: Dok. Death to The Stock Photo)
Ilustrasi: Untuk pertama kalinya sebuah studi menemukan hubungan erat antara duduk terlalu lama dengan risiko kanker. Peneliti menemukan orang yang paling tidak aktif bergerak memiliki risiko 82 persen meninggal akibat kanker dibanding yang tidak aktif.

JAKARTA - Duduk terlalu lama bisa jadi kegiatan yang mematikan. Pasalnya, studi terbaru menunjukkan terlalu sering duduk dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

Penelitian yang dipublikasikan jurnal JAMA Oncology ini merupakan penelitian pertama yang menunjukkan hubungan kuat antara duduk terlalu lama dengan risiko kanker.

"Ini adalah studi pertama yang secara definitif menunjukkan hubungan yang kuat antara tidak bergerak dan kematian akibat kanker," kata peneliti dari MD Anderson Cancer Center, University of Texas, profesor Susan Gilchrist, dikutip dari CNN.

Baca Juga:

Temuan ini didapat setelah peneliti melakukan studi longitudinal yang melibatkan 8.000 orang sehat yang tidak menderita kanker. Para peserta studi diminta untuk memakai alat pelacak atau akselerometer mulai dari bangun tidur selama tujuh hari pada periode 2009 hingga 2013.

Hasilnya, setelah lima tahun masa tindak lanjut peneliti mendapati bahwa orang yang paling tidak aktif memiliki risiko meninggal karena kanker 82 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang lebih aktif. Hasil ini tetap sama setelah memasukkan beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, dan status penyakit.

Baca Juga:

"Temuan kami menegaskan bahwa penting untuk duduk lebih sedikit dan bergerak lebih banyak," kata Gilchrist.

Setelah lima tahun masa tindak lanjut, para peneliti menemukan bahwa orang yang paling tidak aktif memiliki risiko meninggal akibat kanker 82% lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang paling tidak aktif, bahkan setelah disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, dan status penyakit.

Temuan menarik lain dari studi ini adalah orang yang mengganti 30 menit waktu duduk mereka dengan aktivitas intensitas cahaya--seperti berjalan--akan mampu mengurangi risiko kanker sebesar 8 persen.

"Pertimbangkan berdiri selama 5 menit setiap jam di tempat kerja atau naik tangga dibandingkan menggunakan lift. Mungkin kedengarannya tidak banyak, tetapi penelitian ini memberitahu kita bahwa aktivitas ringan sekalipun memiliki manfaat untuk bertahan hidup dari kanker," terang Gilchrist.

Sementara itu, aktivitas fisik intensitas sedang dapat mengurangi risiko kanker lebih besar yakni hingga 31 persen. Contoh aktivitas fisik intensitas sedang yang bisa dilakukan adalah bersepeda, jalan cepat, aerobik air, dansa, dan berkebun.

"Memasukkan 30 menit pergerakan ke dalam kehidupan sehari-hari Anda dapat membantu mengurangi risiko kematian akibat kanker," kata Gilchrist lagi.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen kematian karena kanker dapat dicegah dengan gaya hidup sehat seperti pola makan sehat, olahraga, dan tidak merokok.

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Dukung Kesejahteraan Masyarakat, Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Dampingi Pemberian Sembako Bagi Warga Kurang Mampu
Niat Tulus Andi Saing Bangun Desa Teluk Sono, Gayung Bersambut dengan Masyarakat Luas
Kesebelasan UPT SDN 024 Tarai Bangun Sabet Juara II Kejuaraan Sepakbola Pulau Bayur 2026 Antar SSB Se-Riau
MTQ Pebatuan Resmi Dibuka, 101 Kafilah Perebutkan Piala Bergilir
Kualitas Udara Pekanbaru Level Berbahaya!
TNI Gelar Pameran Alutsista Tiga Matra di Silang Monas
komentar
beritaTerbaru