Jumat, 16 Oktober 2026 WIB

Cuaca di Pekanbaru Panas Menyengat, Ini Kata BMKG

Harijal - Senin, 18 Oktober 2021 14:32 WIB
Cuaca di Pekanbaru Panas Menyengat, Ini Kata BMKG
Ilustrasi: Warga Pekanbaru, Widi, merasakan panas matahari di Jembatan Siak III, Jalan Sudirman Pekanbaru.

PEKANBARU - Sejak beberapa hari terakhir warga Kota Pekanbaru mengaku merasakan cuaca panas tak seperti biasanya. 

Seorang warga, Aidil mengaku cuaca panas terjadi sejak sepekan terakhir.  Panas sangat menyengat dan terasa di kulit.

"Sudah sejak minggu lalu panas terik. Ini kalau tidak pakai jaket terasa menyengat menusuk kulit," kata Aidil saat ditemui di Pekanbaru, Senin (18/10/2021).

Baca Juga:

Ia mengaku, akibat panasnya cuaca membuat masyarakat pilih mengurangi aktivitas di luar rumah. Termasuk wajib pakai jaket saat keluar rumah agar tidak terasa menyengat.

"Jarang keluar, kalau keluar pakai jaket. Kalau tidak aduh, panas terasa di kulit," katanya.

Baca Juga:

Kondisi yang sama juga diakui Widi warga Kulim, Pekanbaru. Ia mengatakan, meski di rumah pakai kipas angin, namun hawa panas tetap terasa masuk ke dalam ruangan di rumahnya. 

"Iya sudah beberapa hari ini cuaca di Pekanbaru panas. Saya hidupkan kipas angin masih terasa panasnya. Kalau jalan kaki ke luar rumah musti pakai payung dan perbanyak minum air mineral," ujar Widi. 

BMKG Pekanbaru membenarkan cuaca panas akhir-akhir ini akibat ada pusat tekanan rendah di laut china selatan. Bahkan cuaca panas mencapai 33 hingga 35,5 derajat celcius.

"Secara umum, cuaca di Riau beberapa hari yang lalu memang cukup panas terik. Suhu berkisar 33-35,5 derajat celcius," ujar Analis BMKG Pekanbaru, Ahmad Agus Widodo.

Agus mengatakan penyebab utama cuaca terik akibat ada pusat tekanan rendah dari laut china selatan. Hal ini memarik massa udara di wilayah Riau menuju titik tersebut.

"Penyebab utamanya adalah ada pusat tekanan rendah di laut china selatan. Sehingga menarik massa udara di wilayah Riau menuju ke titik tersebut," kata Agus.

Akibat tekanan rendah tersebut, uap air pembentukan awan hujan berkurang. Meskipun saat ini sudah mulai melemah.

"Namun untuk akhir-akhir ini pusat tekanan rendah sudah melemah dan hari ini potensi hujan juga cukup baik. Fenomena anomali cuaca seperti ini masih dikategorikan wajar dan normal," katanya. (MCR)

SHARE:
beritaTerkait
Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas, Seorang Pria di Teluk Meranti Diringkus Polisi
Babinsa 0321-05/ RM Dampingi Petani Perawatan Jagung Di Bangko Sempurna
Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat Pimpin Sertijab Dirlantas dan Kapolresta Pekanbaru
Operasi Gabungan di Kampung Narkoba Pekanbaru, Enam Pria Terjaring
Bupati Afni Masuk 15 Kepala Daerah Penerima Penghargaan BAZNAS RI 2026
Sekitar 2.000 Peserta dari 42 Paguyuban Meriahkan Arak-arakan Keberagaman HKN di Riau
komentar
beritaTerbaru