Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj. Katerina Susanti Herma
Pemerintahan
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) mengkritik Sumatera Barat yang disebutnya kehilangan tokoh dan sosok ulama karena sudah tidak ada lagi ulama besar yang lahir dari daerah itu. Dia membandingkan dulu sangat mudah menjumpai ulama Minang di masjid-masjid di Jakarta, namun sekarang sangat sulit.
"Mohon maaf. Sumbar kehilangan sosok ulama. Dulu di Jakarta, tahun 50-an atau 60 an, kalau ada jumatan di 10 masjid, 8 di antaranya khatibnya adalah orang Minang. Sekarang, mencari khatib orang Minang di Jakarta tidak mudah lagi," kata JK di gedung DPRD Provinsi Sumatea Barat, Sabtu (1/10/2022).
JK hadir dan berpidato dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-77 Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, dari sisi ulama, kondisi Minang hari ini sangat berbeda dengan masyarakat Bugis.
Baca Juga:
"Saya diberitahu oleh Pak Gubernur kemarin ada Ustad Das'at Latif datang berceramah. Penceramah nasional itu sekarang lebih banyak orang Bugis dibanding orang Minang. Ustad siapa yang diundang kemana-mana orang Minang? Orang Minang tidak ada lagi. Orang Bugis ada terus. Ada Das'at, (Muhammad Nur) Maulana, Quraisy Sihab dan lain sebagainya. Yang menonjol sekarang juga (Ustad Abdul) Somad. Batubara. Dari Sumatera Utara yang besar di Riau," katanya.
"Padahal, yang mengajar orang Bugis itu soal Islam adalah orang Minang. Yang membawa Islam dan mengislamkan orang Bugis semuanya dari Minang. Datuak Ribandang. Kalau tidak ada orang Minang, mungkin orang Bugis tidak memahami Islam dengan baik. Bahkan bisa jadi tidak Islam," tambah Kalla.
Baca Juga:
Karena itu menurut JK perlu ada upaya memajukan kembali tingkat pengetahuan keagamaan ulama dan ustad yang banyak, mengembalikan marwah itu dari orang Minang.
"(Ulama) Orang Minang tidak ada lagi. Padahal disini dulu kalau mau belajar agama, datang ke Thawalib, datang ke Padang Panjang. Sekarang tidak ada lagi yang berpikir datang ke Padang Panjang. Paling ke Padang Panjang orang pergi makan sate (Mak Syukur). Kenapa terjadi? Karena sekarang terbalik. Orang Minang belajar sekolah agama sekarang pergi ke Gontor. Jadi ini yang harus diperbaiki," tambah JK.
Sumber: detik.com
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj. Katerina Susanti Herma
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, memimpin langsung prosesi pelantikan puluhan pejabat di lin
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Kedua
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melalui Tim Sapu bersih (Saber) harga pangan Dinas Ketahanan Pangan melakukan
Pemerintahan
Perkuat Sinergi Informasi, Kapuspen TNI Gelar Dialog Bersama Insan Pers
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Kasus intimidasi terhadap wartawan pasca terbitnya pemberitaan terkait dugaan markup pengadaan soal Penilaian S
Peristiwa
Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja
Pemerintahan
Polri Hadir di Tengah Petani, Polsek Kandis Pantau Jagung Tumpang Sari Kelompok Tani Ayu Makmur
Lingkungan
Polda Riau Gagalkan Peredaran 6,94 Kg Sabu dan 969 Cartridge Etomidate Senilai Rp9,8 Miliar
Hukrim
Bhabinkamtibmas Sukaramai Monitoring Ketersediaan Ayam Potong di Pasar Agus Salim
TNI/Polri