Rakerda KORMI Pekanbaru Siapkan Program dan Event Olahraga Masyarakat
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, ST.,M.Arch secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Komite
Pemerintahan
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) mengkritik Sumatera Barat yang disebutnya kehilangan tokoh dan sosok ulama karena sudah tidak ada lagi ulama besar yang lahir dari daerah itu. Dia membandingkan dulu sangat mudah menjumpai ulama Minang di masjid-masjid di Jakarta, namun sekarang sangat sulit.
"Mohon maaf. Sumbar kehilangan sosok ulama. Dulu di Jakarta, tahun 50-an atau 60 an, kalau ada jumatan di 10 masjid, 8 di antaranya khatibnya adalah orang Minang. Sekarang, mencari khatib orang Minang di Jakarta tidak mudah lagi," kata JK di gedung DPRD Provinsi Sumatea Barat, Sabtu (1/10/2022).
JK hadir dan berpidato dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-77 Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, dari sisi ulama, kondisi Minang hari ini sangat berbeda dengan masyarakat Bugis.
Baca Juga:
"Saya diberitahu oleh Pak Gubernur kemarin ada Ustad Das'at Latif datang berceramah. Penceramah nasional itu sekarang lebih banyak orang Bugis dibanding orang Minang. Ustad siapa yang diundang kemana-mana orang Minang? Orang Minang tidak ada lagi. Orang Bugis ada terus. Ada Das'at, (Muhammad Nur) Maulana, Quraisy Sihab dan lain sebagainya. Yang menonjol sekarang juga (Ustad Abdul) Somad. Batubara. Dari Sumatera Utara yang besar di Riau," katanya.
"Padahal, yang mengajar orang Bugis itu soal Islam adalah orang Minang. Yang membawa Islam dan mengislamkan orang Bugis semuanya dari Minang. Datuak Ribandang. Kalau tidak ada orang Minang, mungkin orang Bugis tidak memahami Islam dengan baik. Bahkan bisa jadi tidak Islam," tambah Kalla.
Baca Juga:
Karena itu menurut JK perlu ada upaya memajukan kembali tingkat pengetahuan keagamaan ulama dan ustad yang banyak, mengembalikan marwah itu dari orang Minang.
"(Ulama) Orang Minang tidak ada lagi. Padahal disini dulu kalau mau belajar agama, datang ke Thawalib, datang ke Padang Panjang. Sekarang tidak ada lagi yang berpikir datang ke Padang Panjang. Paling ke Padang Panjang orang pergi makan sate (Mak Syukur). Kenapa terjadi? Karena sekarang terbalik. Orang Minang belajar sekolah agama sekarang pergi ke Gontor. Jadi ini yang harus diperbaiki," tambah JK.
Sumber: detik.com
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, ST.,M.Arch secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Komite
Pemerintahan
kabarmelayu.com,SIAK Polisi menetapkan DK, Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Siak sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut yang m
Hukrim
kabarmelayu.com,BENGKALIS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis terus berupaya memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi Bahan B
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Kartika Sari, Kelurahan Sri Meranti Kecamatan Rumbai,
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KAMPAR Polsek Kampar Kiri berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika di Dusun Sungai Air Hitam, Desa Sungai Lipa
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bermain di kandang Adhyaksa FC Bekasi pada pekan kedelapan, Sabtu (31/10/2026) sore, PSPS berhasil mencuri satu
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pengurus Kota Federasi Akuatik Indonesia (FAI) Pekanbaru mengambil langkah strategis untuk memperkuat pembinaa
Sport
kabarmelayu.com,DUMAI Bambang Prayetno, S.H., kembali dipercaya memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai untuk kedua kalin
TNI/Polri
kabarmelayu.com,DUMAI Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir melaksanakan kegiatan kunjung
Iptek
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabar duka menyelimuti Provinsi Riau. Bupati Siak dua periode, Arwin bin Ahmad Saruji (Arwin AS) kembali menghad
Pemerintahan