Sabtu, 31 Oktober 2026 WIB

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Ajarkan Komunikasi Orangtua dengan Anak

Harijal - Senin, 12 September 2016 22:37 WIB
Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Ajarkan Komunikasi Orangtua dengan Anak
Ketua KPAI, Asrorun Ni’am

JAKARTA - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Ni’am mengajak para orangtua untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim dalam momen Idul Adha. Baginya, pelajaran terpenting dari ibadah kurban adalah mendudukkan kecintaan kepada dunia, harta dan anak secara proporsional serta seimbang antara cinta dan tanggung jawab.

"Kisah Ibrahim AS memberikan keteladanan kepada kita pentingnya mendengar pendapat anak. Cara komunikasi orangtua dengan anak dibangun dengan cara dialogis, dan memandang anak sebagai makhluk unik, yang memiliki rasa serta pandangan,” katanya, Senin (12/9/2016).

Nabi Ibrahim sadar mimpinya adalah wahyu dari Allah SWT, namun tetap mengkomunikasikannya kepada Nabi Ismail. “Hasil didikan dari keluarga yang baik menghasilkan generasi yang baik dan taat,” ungkapnya.

Baca Juga:

Walau demikian, tidak selamanya kondisi harmonis terus terjaga dalam lingkup keluarga. Menurut Ni’am, komunikasi yang baik antaranggota keluarga menjadi salah satu kiat sukses dalam kehidupan rumah tangga, dengan mengedepankan dialog dan musyawarah.

“Dalam proses kehidupan, termasuk dalam rumah tangga, tidak akan lepas dari masalah dan problematika. Ketabahan dan kesabaran Ibrahim dan Ismail dalam menghadapi cobaan dan musibah patut kita contoh dan kita teladani yang merupakan kesediaan dan keikhlasannya untuk mengorbankan apa saja dalam melaksanakan pengabdian bila pengorbanan itu dibutuhkan. Ujian yang diberikan berfungsi untuk meninggikan derajat kita, jika kita mampu melewatinya,” jelasnya.

Baca Juga:

Di sisi yang lain, juga menjelaskan pola ideal relasi hubungan antaranggota keluarga, yang harus saling mendukung dan menjalankan tanggung jawabnya. Orangtua punya tanggung jawab pengasuhan secara baik, berikhtiar untuk memberikan rizki yang halal, dan memberikan pendidikan yang baik, dengan cara yang baik juga.

“Sosok Ibu juga menjadi faktor penting membangun kesuksesan rumah tangga, dengan senantiasa menjalin komunikasi, serta tidak mudah terhasut oleh pihak ketiga. Tidak jarang, pertahanan diri dalam urusan integritas seseorang, semisal urusan bisnis atau pekerjaan kantor jebol melalui istri. Kombinasi ayah hebat, taat, dan demokratis serta ibu yang ulet, beriman, gigih, tahan fitnah dan hasutan akan mengantarkan kondisi harmonis dan situasi ideal dalam pengasuhan n perlindungan anak,” tutup Ni`am.

 

(qlh/okezone)

SHARE:
beritaTerkait
Laba Hijau dari Ubi dan Limbah
Kasus Penyerangan Kelompok Tani di Muara Langsat, Kuasa Hukum Bantah Narasi Korban Tak Mau Jadi Saksi
Polresta Pekanbaru Gencarkan Razia Hiburan Malam, Pengunjung Diperiksa, Satu Positif Narkoba
Babinsa 05/RM Patroli di wilayah Jalur Pipa Sektor Selatan Bangko Jaya Rohil
Target Kemenangan Beruntun Keenam, PSPS Bidik Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC Bekasi Sore Nanti
Perempuan di Rohul Tega Bunuh Bayi Baru Lahir, Lalu Dimasukan Ke dalam Tas
komentar
beritaTerbaru