Selasa, 13 Oktober 2026 WIB

Corona Makin Ganas, FKUI Desak Pintu Masuk Jakarta Ditutup!

Harijal - Jumat, 27 Maret 2020 19:44 WIB
Corona Makin Ganas, FKUI Desak Pintu Masuk Jakarta Ditutup!
Foto: Ist

JAKARTA - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) menyebut Jakarta merupakan episentrum penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Dekan FK UI dalam konferensi pers, Jumat (27/03/2020). "Jakarta ini adalah episentrumnya Covid-19 indonesia. Artinya kalau masyarakat masih ada di jalan, kasus ini [akan] makin meningkat. Beban kerja rumah sakit makin berat," ujarnya.

Ketika beban kerja rumah sakit makin berat, lanjut Ari, pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut malah bisa terabaikan. "Sekarang sudah ada wisma atlet untuk kasus [Covid-19 dengan gejala] ringan, setidaknya ini bisa mengurangi beban rumah sakit," kata Ari.

Baca Juga:

Menurut Ari, pintu masuk Jakarta perlu dikontrol agar tidak ada orang yang masuk dan keluar dari Jakarta, sehingga memutus rantai penyebaran virus.

"Sampai sekarang saya lihat mobilisasi masih tinggi. Kita harus saling mengingatkan. RT/RW tolong saling mengingatkan. Sudah deh jangan keluar rumah," tegas Ari.

Baca Juga:

"Sekali lagi, berapapun rumah sakit yg tersedia, berapapun ruang isolasi yang tersedia, berapapun tenaga medis yang ada, atau ventilator yg disediakan, tidak akan cukup kalau kasus semakin banyak," pungkasnya.

Ia juga menegaskan bukan masalah istilah lockdown atau tidak, yang penting adalah ketegasan pemerintah.

"Jadi, kalau okelah kita alergi menggunakan [istilah] lockdown, tapi yang penting adalah bahwa memang mobilisasi manusia dari satu tempat wabah itu dibatasi gitu loh. Intinya adalah agar orang yang ada di tempat wabah ini tidak menularkan orang lain ketika keluar. Sebaliknya orang luar yang memang sehat, tidak tertular ketika berada di dalam," jelas Ari dalam konferensi pers, Jumat (27/03/2020).

Dia juga mengapresiasi beberapa pemerintah daerah yang sudah melakukan lockdown. Namun, Ari mengingatkan agar kebijakan tersebut harus dijalankan secara efektif.

"Tapi yang di dalam pun juga mesti dimanage dengan baik. Artinya mesti dikejar, ketika ada kasus positif, kita mesti tracing kontaknya, kontak dengan siapa saja. Sehingga kita memutus penularan," paparnya.

Untuk itu, Ari menambahkan, kampanye #stayathome atau #dirumahaja memang penting disebarluaskan di seluruh dunia. 

Diapun tidak memungkiri ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pemerintah dalam menerapkan kebijakan lockdown. Salah satunya terkait kebutuhan hidup penduduk kurang mampu.

(CNBCIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Sempena HUT Rohul Ke-27, Kajari Rohul: Momentum Perkuat Kebersamaan
Kelurahan Basilam Baru Ikuti Penjaringan Kelurahan Tingkat Nasional
Tenan Pelindo Dumai Ingkar Janji, IPTD: Jangan Sepelekan Kami
Tim Gabungan Bareskrim 'Sambangi' MP Club Pekanbaru, 54 Pengunjung Positif Narkoba
2.440 Hotspot Bercokol di Sumatera, Kabut Asap Masih Berpotensi Terjadi di Riau
Bupati Afni Lepas Kontingen PORSENI IGTKI ke Kuansing
komentar
beritaTerbaru