Senin, 31 Agustus 2026 WIB

Pilkada Serentak, Dana Bansos Rawan Jadi Politik Uang

Harijal - Rabu, 11 November 2015 22:25 WIB
Pilkada Serentak, Dana Bansos Rawan Jadi Politik Uang
Foto Tempo
Dana Bansos Rawan Jadi Politik Uang

Kabar Melayu (JAKARTA) - Peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina, mengatakan dana bantuan sosial masih rawan dijadikan permainan politik saat Pilkada serentak pada Desember mendatang. Apalagi, pemilihan tersebut diikuti oleh 200 calon incumben.

“Masalahnya adalah klaim politiknya," ujar Almas usai konfrensi pers di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Senin, 9 November 2015.

Menurut dia, meskipun seluruh calon inkumben tersebut sudah mengundurkan diri, penyelewenangan fasilitas pemerintah tetap rawan karena calon tersebut masih memiliki pengaruh yang kuat. “Masyarakat kan kenal nya dia pejabat," kata Almas.

Baca Juga:

Sementara itu, Direktur Eksekutif Public Virtue Institute Reza Temaputra mengatakan lebih dari seratus daerah yang mengalami kenaikan dana bantuan sosial. Dia mencatat hanya 80 daerah yang dana bantuan sosialnya berkurang. "Kecenderungannya dana bantuan sosial meningkat pada saat pilkada serentak," kata Reza.

Berdasarkan laporan Indeks Kerawanan Pilkada tahun 2015 yang disusun Bawaslu, politik uang masih menjadi sorotan. Laporan ini mengambil data dari bulan Mei hingga Juli 2015. Data ini bersumber dari hasil pengawasan, Badan Pusat Statiatik, Komisi Pemilihan Umun, Potensi Desa, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).

Baca Juga:

Dari hasil evaluasi terdapat lima wilayah dengan indeks kerawanan pencucian uang tertinggi. Wilayah tersebut adalah Sulawesi Tengah denagn indeks 3,5, Jawa Barat 3,3. Sementara dengan indeks 3,0 terdapat di beberapa lokasi yaitu Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Banten.

Aktivis dari Koalisi Kawal Pilkada menggelar poster di Gedung KPU, Jakarta, 9 November 2015. Koalisi tersebut, membentuk website KawalPilkada.id guna mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melakukan pengawalan dan pengawasan selama proses pelaksanaan Pilkada serentak

 

Sumber

SHARE:
beritaTerkait
Agung Nugroho Senang Anak-anak Kembali Sekolah
Karhutla Riau Mulai Terkendali
Sekda Inhil Hadiri Paripurna ke-15 DPRD. Masa Persidangan VI Ditutup dan Persidangan VII Dibuka
Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Benih Jagung Kuartal III Telah Ditanam, Polsek Kandis Perkuat Ketahanan Pangan di Wilayah Binaan
62 Hotspot Masih Terpantau di Riau. Inhil 49, Pelalawan Tersisa 7
komentar
beritaTerbaru