Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Hukrim
JAKARTA - Berdasarkan indeks yang dirilis Reporters Without Borders, Indonesia menempati posisi 124 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers Sedunia tahun 2017. Indonesia memiliki poin 39,93 dalam indeks tersebut.
Posisi Indonesia lebih tinggi dibandingkan negar-negara ASEAN lainnya, seperti Filipina (127), Kamboja (132), Thailand (142), Malaysia (144), Singapura (151), Brunei Darussalam (156), Laos (170), dan Vietnam (175).
Posisi kebebasan pers Indonesia ini naik enam peringkat dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, Indonesia menempati posisi 130.
Baca Juga:
Meski mengalami peningkatan peringkat, rasanya masih banyak pekerjaan rumah yang berurusan dengan kebebasan pers yang perlu dibenahi. Pers tak sepenuhnya merasakan kebebasan saat melakukan peliputan. Bahkan, kematian bisa menjumpai pers saat bertugas.
Setidaknya, hingga saat ini ada delapan kasus kematian jurnalis yang hingga saat ini belum terpecahkan. Di antaranya, kasus jurnalis Harian Bernas Yogyakarta Udin, meninggalnya jurnalis Harian Sinar Pagi di Kalimantan Barat Naimullah, jurnalis Asia Press di Timor Leste (dulu Timor Timur) Agus Mulyawan, jurnalis RCTI Ersa Siregar, juru warta foto TVRI Jamaluddin, jurnalis lepas Delta Pos Sidoarjo Herliyantik, dan lain-lain.
Baca Juga:
Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus kekerasan terhadap wartawan.
"Kasus-kasus itu UNESCO sempat tanyakan ke kami juga. Dan kami pastikan, itu akan diusut," ujar Yosep dalam acara World Press Freedom Day 2017 di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (2/5/2017).
Yosep mengungkap, penyelidikan terhadap semua kasus tersebut sekarang sedang didiskusikan bersama dengan Polri. Ia memperkirakan, status penyelesaian kasus kekerasan terhadap pers di masa lalu itu sudah bisa diputuskan pada akhir Mei atau awal Juni tahun ini.
"Kami akan umumkan kasusnya pada akhir Mei atau Juni, apakah itu bisa diteruskan atau tidak," ujarnya.
Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Hukrim
Benih Jagung Kuartal III Telah Ditanam, Polsek Kandis Perkuat Ketahanan Pangan di Wilayah Binaan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah terpantau hingga 500an hotspot (titik panas) di Riau sepekan lalu, pagi ini Badan Meteorologi Klimatolo
Lingkungan
kabarmelayu.com,MERANTI Seekor buaya muara menerkam seorang warga bernama Atai (35) saat menyeberang menggunakan rakit di Sungai Sendewo,
Peristiwa
kabarmelayu.com,JAKARTA Menjalani Tugas seharihari di dunia kesehatan sebagai dokter, tidak membuat dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M ber
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Law Firm Citra Hukum Keadilan (CHK) resmi memperluas jangkauan layanannya dengan meresmikan Kantor Perwakilan Pr
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
kabarmelayu.com,BENGKALIS Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sinergi den
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Aksi pemerasan disertai ancaman kekerasan berhasil diungkap jajaran Polsek Sukajadi. Korbannya seorang pria ya
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 12 personel Tim Alpha Pekanbaru melaksanakan fastrope sebagai tim pembuka di titik Drop Zone (DZ) dalam
TNI/Polri