Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar
Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar
Pemerintahan
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Selain beberapa faktor, ketidaktegasan petugas menertibkan angkutan Over Dimension Over Loading (ODOL) diduga karena khawatir hilang jabatan atau dipindahtugaskan.
Dugaan ini diungkapkan anggota komisi IV DPRD Riau, Mardianto Manan MT menanggapi masalah ODOL yang akhir-akhir ini kembali muncul ke permukaan, Senin (22/2/21).
"Kalau boleh saya menduga, ada oknum-oknum yang membacking perusahaan angkutan ODOL tertentu", ujarnya.
Baca Juga:
Ia mengatakan, pernah pada suatu kesempatan dirinya bersama Direktorat Lalulintas RI, Chrisnandar menjadi moderator pada sebuah acara di lantai dua Dispenda Riau membahas masalah ODOL yang dihadiri sejumlah dinas kabupaten/kota.
Kala itu kata Mardianto, terungkap bahwa di lapangan ada semacam kiasan atau anekdot dibuat orang bila petugas bertindak tegas. Dimana bila petugas tersebut bertindak tegas terhadap angkutan ODOL dari perusahaan tertentu, maka konsekwensinya bisa kehilangan jabatan atau dipindahtugaskan.
Baca Juga:
"Bang, percuma kami tegas. Kalau kami tegas jabatan kami yang hilang. Kalau kami tegas ndak pakai celana kami pergi. Ditelepon lagi oleh oknum yang lebih tinggi pangkat dari kami agar itu jangan diapa-apakan. Nah, akhirnya daripada jabatan kami hilang kami dipindahkan, yah akhirnya ya udah", ujar Mardianto menirukan ucapan salah satu peserta ketika itu.
Menyikapi hal itu, politisi asal fraksi PAN DPRD Riau itu meminta eksekutif agar lebih serius dalam menertibkan ODOL.
"Eksekutif itu kan eksekutor. Jadi dia yang melakukan. Kalau salah ditangkap dong. Kalau kelebihan tonase yah diturunkan", ucapnya.
Menurutnya kalau dimensinya kendaraannya tak cocok, yah potong aja. Cuma saja sebut Mardianto, terkadang tindakan ini dijadikan alat bargaining oleh oknum tertentu.
Mardianto juga menyoroti keberadaan jembatan timbang di jalan nasional yang ada di kabupaten/kota.
Ia mengatakan, hampir semua jalan nasional yang ada jembatan timbang, jalannya hancur dan keriting, kecuali yang menggunakan rigid. Artinya, kerusakan itu mengeluarkan APBD daerah lagi. (fin)
Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KAMPAR Dalam rangka HUT Polwan ke78 tahun yang jatuh pada tanggal 1 September 2026, Polwan Polres Kampar mengunjungi UPT
Pendidikan
kabarmelayu.com,TANGERANG Kunjungan ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, Banten, menghasilkan sejumlah catatan penting dar
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi meningkatkan status penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) organisasi yang menaungi pemilik atau CEO Media di Indonesia, dan merupakan k
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan