Kasat Noki Respons Informasi Narkoba di Medsos, Personel Sisir Lokasi, Dua Orang Positif Narkoba
Kasat Noki Respons Informasi Narkoba di Medsos, Personel Sisir Lokasi, Dua Orang Positif Narkoba
Hukrim
Mengangkat tema "Peran Legislator Memperkuat UMKM, Mendorong Konektivitas Pembangunan Daerah Tertinggal dan Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Nasional", kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat dan Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief sebagai narasumber.
Syahrul Aidi mendorong mahasiswa untuk mulai membangun kemandirian sejak berada di bangku kuliah. Menurutnya, seseorang tidak akan mampu mendorong kemandirian ekonomi jika dirinya sendiri belum berupaya untuk mandiri.
Baca Juga:
"Bagaimana kita bisa berbicara tentang kemandirian kalau kita sendiri belum mandiri?" tegasnya.
Ia menilai sistem pendidikan saat ini masih lebih banyak mempersiapkan mahasiswa untuk bekerja dengan orang lain, ketimbang mendorong mereka menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Baca Juga:
"Kurikulum pendidikan kita belum sepenuhnya membentuk kemandirian. Kita lebih banyak dipersiapkan untuk bekerja dengan orang lain," ujarnya.
Menurut Syahrul, kondisi tersebut menjadi tantangan ketika jumlah lulusan perguruan tinggi terus bertambah, sementara pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak selalu mampu mengimbanginya.
"Setiap tahun jumlah sarjana bertambah, tetapi pengangguran juga meningkat. Salah satu persoalannya karena pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah lulusan," katanya.
Ia menilai pendidikan tidak cukup hanya mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi ujian, tetapi juga harus membekali mereka dengan kemampuan menghadapi berbagai persoalan nyata dalam kehidupan.
"Kurikulum kita banyak dipersiapkan untuk menjawab soal ujian, tetapi belum cukup dipersiapkan untuk menghadapi soal kehidupan," tegasnya.
Syahrul Aidi juga mendorong mahasiswa untuk berani memulai usaha sejak kuliah. Ia mengaku banyak menemukan orang-orang sukses yang telah merintis usaha ketika masih menjadi mahasiswa.
"Saya banyak menemukan orang-orang sukses yang memulai usahanya sejak masih kuliah. Karena itu, jangan takut untuk memulai," ujarnya.
Ia kemudian memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk ikut menjadi penghubung antara kelompok masyarakat yang memiliki sumber daya dan mereka yang membutuhkan akses terhadap sumber daya tersebut.
"Coba pertemukan orang-orang yang memiliki sumber daya dengan mereka yang membutuhkan. Di situlah mahasiswa bisa mengambil peran," katanya.
Hendry Munief: Mulai dari Apa yang Kita Miliki
Sementara itu, Hendry Munief menekankan pentingnya penguatan kelembagaan bagi kelompok usaha, terutama bagi mahasiswa dan masyarakat yang baru memulai usaha.
Menurutnya, kelembagaan menjadi salah satu kunci agar kelompok usaha lebih mudah mendapatkan pembinaan, pendampingan, serta akses terhadap berbagai program pemerintah.
"Apalagi bagi usaha yang baru mulai. Dengan kelembagaan, akan memudahkan pembinaan oleh pemerintah," jelas Hendry Munief.
Ia mengatakan, kontribusi terhadap pembangunan bangsa tidak harus menunggu seseorang memiliki usaha besar, modal besar, ataupun posisi tertentu.
"Apa peran kita dalam membangun bangsa? Itu diawali dengan kemandirian kita, mari manfaatkan momentum. Berikan kontribusi. Berikan apa yang bisa kita berikan," ajaknya.
Karena itu, Hendry Munief mengajak mahasiswa memanfaatkan momentum selama berada di kampus untuk mulai membangun kapasitas diri sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Hendry Munief juga memberikan dorongan kepada mahasiswa yang ingin memulai bisnis agar tidak terlalu lama menunggu kondisi ideal.
"Memulai bisnis, start from zero, start from now. Mulai dari apa yang kita miliki. Bisa keahlian, keberanian hingga kemampuan berkomunikasi dengan berbagai pihak," katanya.
Menurutnya, mahasiswa memiliki banyak modal awal yang sering kali tidak disadari, mulai dari pengetahuan, jaringan pertemanan, kemampuan berkomunikasi hingga keberanian untuk mencoba.
Pesan kedua legislator tersebut menjadi bagian penting dari Summit Event Legislative DPM Unri. Kemandirian mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai kemampuan untuk menghasilkan pendapatan, tetapi juga sebagai keberanian menciptakan peluang, membangun usaha, dan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan ekonomi di tengah masyarakat.
Kasat Noki Respons Informasi Narkoba di Medsos, Personel Sisir Lokasi, Dua Orang Positif Narkoba
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Advokat Pejuang Keadilan Riau (TAPAK Riau) mendesak polisi untuk meningkatkan perkara dugaan penyalahgunaan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Inovasi pelayanan pemenuhan gizi bagi peserta didik terus dikembangkan untuk menciptakan pengalaman makan yang l
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Masyarakat tidak perlu lagi berulang kali menyerahkan data dan dokumen administrasi kepada berbagai instansi pemer
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT menghadiri Asistensi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Hibah Rehab
Pemerintahan
kabarmelayu.com, KAMPAR Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta menjaga kekondusifan lingkungan,
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membentuk 2 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru. Kedua OPD tersebut yakni D
Pemerintahan
kabarmelayu.com,BANDUNG Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara militer pemakaman Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah di Ta
TNI/Polri
Operasi Sarang Narkoba, Kombes Ronny 18 Bandar dan Kurir Diringkus
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho, melantik delapan pejabat pimpinan tinggi pratama (PTP) di aula lantai
Pemerintahan