Senin, 21 September 2026 WIB

Wabup Husni Merza Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Produktif

Harijal - Senin, 18 September 2023 20:57 WIB
Wabup Husni Merza Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Produktif
Foto: Diskominfo Siak

SIAK - Wakil Bupati Siak, mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur dengan menanam berbagai jenis tanaman produktif. Hal tersebut di katakananya, usai panen bawang merah bersama warga di kampung Mungkal, Sungai Mandau rangkaian program bujang kampung beberapa waktu lalu.

"Saya mengajak masyarakat yang ada lahan kosong atau pekarangan rumah yang luas, mulai sekarang bisa diberdayakan dengan tanaman produktif guna membantu pemenuhan pangan keluarga," ujar Wabup Husni, Senin (18/9/2023).

Karena saat ini, kata dia, sayuran dan cabe merah bawang masih didatangkan dari provinsi tetangga. "Artinya, apa kita ada tanam, seperti cabe merah, bawang dan sayuran dari Bungaraya. Namun itu, belum bisa mencukupi kebutuhan lokal, mau tidak mau penjual kita harus datangkan dari Sumbar dan Medan. Tentu dengan harga yang lebih tinggi, karena disitu ada upah angkut dan biaya transportasi," kata Husni.

Baca Juga:

"Kalau kita tanam cabe merah, rawit dan sayuran di samping rumah seperti dalam polibag, atau di lahan miliki kita. Minimal lepas untuk makan sendiri dan kalau luas tanam bisa di jual dapat menambah pemasukan bagi bapak-ibu," sebutnya.

Wakil Bupati Husni mengapresasi kelompok tani kampung mungkal, ada inisiatif menanam bawang merah, di atas lahan seluas satu hektar yang hasilnya sangat menggembirakan.

Baca Juga:

“Kami sangat mendukung gerakan menanam, ini dapat menurunkan angka inflasi di kabupaten Siak. Tidak hanya di sini, saya panen bawang beberapa waktu lalu, di Bungaraya saya sempat panen bawang juga. Meskipun saat ini kita di hadapkan dengan naiknya harga beras kualitas medium termasuk komoditas lain di pasar. Ini tidak hanya terjadi di kabupaten Siak, tapi hampir di seluruh daerah di Indonesia," terangnya.

“Kenaikan harga pangan beras ini, di pengaruhi perubahan cuaca terjadi kenaikan suhu secara global atau super El Nino, akibatnya terjadi kekeringan ekstrim. Berimbas terganggunya stok pangan, seperti beras. Fenomena alam ini diprediksi akan berlangsung hingga awal tahun 2024. Kita saat rapat inflasi setiap senin, bersama kementerian terkait, via virtual mendapatkan laporan ini,” tutupnya.

Pemerintah daerah melakukan langkah dan upaya mengatasi, inflasi dan dampak El Nino, dengan melakukan survey pasar, intervensi melalui pasar murah dan gerakan menanam.(mcs/man/dp07)

SHARE:
beritaTerkait
Borong 32 Emas di Kejurprov VIII Panahan Riau 2026, Pekanbaru Juara Umum
Dari Angka 6000-an, Hotspot Sumatera Tinggal 671, Langit Pekanbaru Cerah Diguyur Hujan
Gondol Aki Mobil, Pria Pengangguran di Rumbai Dibekuk
Dukung Kesejahteraan Masyarakat, Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Dampingi Pemberian Sembako Bagi Warga Kurang Mampu
Niat Tulus Andi Saing Bangun Desa Teluk Sono, Gayung Bersambut dengan Masyarakat Luas
Kesebelasan UPT SDN 024 Tarai Bangun Sabet Juara II Kejuaraan Sepakbola Pulau Bayur 2026 Antar SSB Se-Riau
komentar
beritaTerbaru