Minggu, 18 Januari 2026 WIB

SDM Unggul Kunci Riau Kuasai Sektor Unggulan

Redaksi - Rabu, 30 Juli 2025 12:44 WIB
SDM Unggul Kunci Riau Kuasai Sektor Unggulan
Gubernur Abdul Wahid.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan pentingnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung sektor-sektor unggulan di Provinsi Riau. Bahwa ekonomi Riau saat ini ditopang oleh tiga sektor utama, yakni industri pengolahan, pertambangan migas, dan pertanian.

"Provinsi Riau sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor energi dan perkebunan. Tiga sektor utama ini menjadi penyumbang perekonomian terbesar" kata Gubernur Abdul Wahid di Hotel Furaya Pekanbaru, Rabu (30/07/2025).

Dijelaskan, jika potensi tersebut dikelola dengan optimal dan inklusif, ketiganya akan membawa kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Riau. Gubernur menilai bahwa sektor pertambangan minyak dan gas bumi (migas) harus menjadi lapangan kerja strategis bagi putra-putri daerah.

Baca Juga:

Industri migas disebut sebagai sektor yang paling besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, ia menekankan agar perusahaan migas yang beroperasi di Riau dapat memberikan ruang lebih besar bagi tenaga lokal, baik dari sisi jumlah maupun peningkatan kapasitasnya.

"Saya berharap minimal 60 persen tenaga kerja di industri migas berasal dari putra putri Riau. Kita punya angkatan kerja yang banyak, tetapi lapangan kerjanya belum cukup tersedia," jelasnya.

Baca Juga:

Selain migas, industri pengolahan seperti pulp dan kertas juga mendapat sorotan. Abdul Wahid menyebutkan bahwa sektor ini memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi, termasuk menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam yang dimiliki Riau.

"Yang kedua, industri pengolahan seperti pulp dan kertas, ini sangat memberikan dampak berarti bagi pertumbuhan ekonomi. Makanya kita harus persiapkan SDMnya," ujarnya.

Sektor ketiga yang tak kalah penting adalah perkebunan. Diterangkan, pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam pengembangan komoditas perkebunan. Selain soal ekspor dan industri turunan, perbaikan tata kelola dan pemberdayaan petani juga menjadi bagian penting yang tak boleh diabaikan.

"Terutama sawit dan kelapa. Beberapa waktu lalu kami berdiskusi dengan Menteri Pertanian mengenai potensi besar dari kelapa. Ini bisa menjadi komoditas strategis yang dikembangkan," terangnya.

Diungkapkan, untuk mengoptimalkan potensi ketiga sektor tersebut, Gubri Abdul Wahid menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM profesi merupakan hal yang terpenting. Ia mengaku prihatin bahwa hingga saat ini masih banyak tenaga kerja yang digaji di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

"Kalau sudah ada peningkatan SDM profesi, tentu tidak lagi gaji di bawah UMR. Ini menyangkut kesejahteraan. Dan peningkatan kesejahteraan itu dimulai dari peningkatan kapasitas dan profesionalitas tenaga kerja," tegasnya.

Ia mendorong agar sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dapat segera dilaksanakan dan diperluas di Provinsi Riau. Sertifikasi ini dinilai sebagai pintu masuk penting bagi tenaga kerja lokal agar lebih siap bersaing di dunia industri.

Menurutnya, langkah peningkatan SDM ini bukan hanya bermanfaat bagi pekerja, tetapi juga mendatangkan nilai tambah bagi daerah. Perusahaan akan lebih percaya merekrut tenaga lokal karena telah memiliki standar kompetensi yang jelas.

"Mudah-mudahan dengan SDM profesi yang ditingkatkan, sertifikasinya dari BNSP bisa terlaksana. Ini bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah," tukasnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kawasan Industri BSD Tangerang Didorong Berdayakan Naker Lokal dan UMKM
Perjuangkan Sektor Industri, Komisi VII DPR RI Dorong RUU Kawasan Industri Selaras dengan Vokasi Siap Kerja
Duri Kota Industri, Masyarakat Didorong Maksimalkan Sektor Ekraf
Harga Gas Industri Masih Tinggi, Lemahkan Daya Saing Manufaktur Nasional
Paramadina, Kemendagri dan KAS Taja Diskusi Strategis Prinsip Ekonomi Pasar Pancasila
f. Didik J. Racbini: Hukum Sesat, Ekonomi Rusak
komentar
beritaTerbaru