Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
Hal tersebut disampaikan Bupati saat memimpin apel pagi bersama yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, Rabu (25/3/2026).
Di tengah suasana Idul Fitri, Bupati Afni mengingatkan kondisi yang dihadapi saat ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Siak, tetapi juga dirasakan oleh seluruh daerah di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa urusan pemerintahan dan kewajiban tetap sama, yaitu melayani masyarakat. Yang berbeda hari ini adalah kondisi keuangan daerah.
Baca Juga:
Pada tahun 2026, transfer ke daerah dari pemerintah pusat mengalami pemangkasan hingga sekitar 50 persen. Itu berdampak pada berkurangnya pendapatan daerah lebih dari setengah triliun rupiah.
"Ini challenge untuk kita semua. Di sinilah kita diuji, apakah kita benar-benar hadir sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat di tengah kondisi yang sulit," ujar Afni.
Baca Juga:
Meski demikian, ia meminta seluruh ASN untuk tidak larut dalam keluhan, melainkan tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keyakinan.
"Kalau kita hanya mengeluh, tidak akan menyelesaikan apa-apa. Kita wajib bertahan (survive) dalam kondisi apa pun. Yang dibutuhkan hari ini adalah kerja keras, kekompakan, dan keyakinan bahwa kita mampu melewati situasi ini," tegasnya.
Afni juga menegaskan bahwa tidak ada lagi sekat dalam birokrasi. Seluruh ASN merupakan satu tim yang harus saling menguatkan.
"Kami tidak akan berarti apa-apa tanpa bapak dan ibu semua. Tidak ada lagi kalangan elit. Kita semua adalah pelayan masyarakat," ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh ASN untuk tetap optimis, mengingat kondisi Kabupaten Siak saat ini masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain.
Di sisi lain, Bupati Afni juga menyoroti kewajiban penyesuaian belanja pegawai sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, di mana proporsinya harus ditekan hingga maksimal 30 persen paling lambat Mei 2027.
"Kita harus melakukan efisiensi yang tidak ringan, namun kami akan berikhtiar agar tidak ada pegawai yang dirumahkan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
WFA
Sebagai bagian dari langkah efisiensi, Pemkab Siak menerapkan Work From Anywhere (WFA) secara terbatas dengan tetap memastikan pelayanan publik tidak terganggu.
WFA, kata Bupati bukan berarti tidak bekerja. ASN tetap harus menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, tidak boleh terganggu.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal. Bupati bersama jajaran dan seluruh ASN saling bersalaman dan bermaafan dalam suasana hangat, sebagai penguat kebersamaan untuk kembali bekerja dan melayani masyarakat Kabupaten Siak.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejumlah kios di Pasar Higienis, Jalan Teratai, Kota Pekanbaru, yang selama ini terbengkalai, dimanfaatkan oknum
Pemerintahan
ISPU Memburuk, Sekolah di Sejumlah Wilayah Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHUL Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke27, Persatuan Wartawan Indonesia (P
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Program Pemantapan Nilainilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI diikuti oleh Kalangan Birokrat, Akademis
Pemerintahan