Rabu, 10 Juni 2026 WIB

Pemerataan Infrastruktur, Semenisasi Jalan Lingkungan Pekanbaru Tahun Ini Ditargetkan Lebih dari 20 Kilometer

Redaksi - Selasa, 19 Mei 2026 19:10 WIB
Pemerataan Infrastruktur, Semenisasi Jalan Lingkungan Pekanbaru Tahun Ini Ditargetkan Lebih dari 20 Kilometer
Kegiatan semenisasi salah satu jalan di Pekanbaru.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh. Skala prioritas pembangunan kini tidak lagi hanya berpusat di tengah kota, melainkan juga menyasar langsung perbaikan akses jalan lingkungan di kawasan permukiman masyarakat.

Agung menyebutkan bahwa fokus pembangunan infrastruktur di masa kepemimpinannya sengaja dirancang seimbang. Langkah ini diambil agar program pengaspalan tidak hanya dinikmati oleh pengguna jalan protokol, tetapi juga menyentuh wilayah pinggiran dan kawasan padat penduduk yang dilalui warga setiap hari.

"Kami ingin pembangunan infrastruktur ini dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Jadi, pengerjaan tidak hanya difokuskan pada jalan utama kota saja, tetapi harus masuk sampai ke dalam lingkungan permukiman warga," ujar Agung Nugroho di Pekanbaru, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga:

Melalui program pemerataan ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memasang target ambisius untuk melakukan semenisasi jalan lingkungan sepanjang lebih dari 20 kilometer. Selain jalan, proyek ini juga dibarengi dengan pembangunan saluran drainase lingkungan yang rencananya akan disebar di 15 kecamatan se-Kota Pekanbaru.

Namun, pelaksanaan proyek ini sedikit menghadapi tantangan teknis terkait dinamika ekonomi nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pekanbaru, Martin Manouluk, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah merampungkan penyesuaian harga satuan pekerjaan akibat lonjakan harga material bangunan di pasar.

Baca Juga:

Menurut Martin, fluktuasi harga bahan baku sementasi tersebut dipicu oleh efek berantai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini memaksa tim teknis Dinas Perkim melakukan kalkulasi ulang secara cermat agar target volume pekerjaan tetap realistis dan sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia.

"Instruksi Bapak Walikota tetap kami jalankan, tetapi untuk sementara kami matangkan dulu penyesuaian harga satuannya. Lonjakan harga material akibat dampak BBM ini membuat kami harus menghitung ulang seluruh rencana anggaran biaya (RAB)," jelas dia, Selasa (19/5/2026).

Martin menambahkan, proyek jalan lingkungan ini terintegrasi langsung dengan kebijakan bantuan keuangan senilai Rp100 juta per RW. Anggaran tersebut mayoritas difokuskan untuk semenisasi dan pembuatan saluran drainase sepanjang 10 kilometer, demi melampaui capaian capaian fisik pembangunan pada tahun sebelumnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
15 Kendaraan Operasional untuk OP Kecamatan, Kinerja Terbaik Dijanjikan Bonus hingga Umrah
Puluhan Lapak PKL di HR Subrantas Pekanbaru Dibongkar
Inovasi Wali Kota Agung Genjot PAD, Pemprov Minta Daerah Lain Berdayakan PKK
Wako Agung Nugroho Minta ASN di Tiap RW Jadi Ujung Tombak Pendataan Warga
Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri
Wako Agung Putus Langsung Kabel Fiber Optik Ilegal di Ronggo Warsito Pekanbaru
komentar
beritaTerbaru