Jaga Semangat Ibadah di Usia Senja, Rumah Yatim Salurkan Paket Alat Sholat untuk 20 Lansia Dhuafa di Pekanbaru
Jaga Semangat Ibadah di Usia Senja, Rumah Yatim Salurkan Paket Alat Sholat untuk 20 Lansia Dhuafa di Pekanbaru
Muslim
Program yang menjadi implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir hingga titik terluar itu akan menjangkau 17 desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai upaya memperkuat persatuan, menjaga lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam amanatnya, Kapolda mengatakan Provinsi Riau memiliki posisi strategis karena memiliki wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan terluar yang menjadi bagian penting dari kedaulatan bangsa.
Baca Juga:
Karena itu, kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dengan mendengar aspirasi masyarakat, memahami kebutuhan mereka, serta menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata.
"Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan wujud kehadiran negara hingga ke wilayah terluar. Fokus kita bukan memberi label pada suatu wilayah, melainkan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat agar setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat," kata Irjen Herry.
Baca Juga:
Mengusung tema "Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan," Herry menegaskan ekspedisi menjadi momentum menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan melalui kolaborasi Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, nelayan, dan seluruh komponen bangsa.
Ia menginstruksikan seluruh personel agar membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap setiap potensi persoalan, serta hadir lebih awal untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bersama masyarakat.
Menurut Kapolda, pengabdian kepada masyarakat juga harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, Green Policing menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi, khususnya melalui restorasi kawasan mangrove di sepanjang pesisir Riau yang terus menghadapi ancaman abrasi.
"Kalau mangrove terus mengalami abrasi, wilayah NKRI juga akan terus menyusut. Karena itu kita harus bersama-sama mendukung restorasi mangrove. Pesan Bapak Presiden sangat jelas, ketika pohon berkurang maka kita harus menanam kembali. Menjaga alam berarti menjaga kehidupan generasi hari ini dan masa depan," ujarnya.
Kapolda berharap ekspedisi tersebut mampu memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat, menumbuhkan semangat kebangsaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan wilayah terluar, sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan keselamatan, menjaga kehormatan institusi, dan menjadi wajah Polri yang melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat.
Sementara itu, Karo Ops Polda Riau Kombes Ino Harianto mengatakan, seluruh aspek operasional telah dipersiapkan agar pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
Kegiatan akan berlangsung secara bertahap hingga 17 Agustus 2026 dengan menyasar 17 desa di wilayah 3T yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Menurut Ino, setiap tim akan melaksanakan tujuh kegiatan utama yang menjadi identitas Ekspedisi Merah Putih Presisi, yakni penanaman pohon dan mangrove, pembagian Bendera Merah Putih, penyerahan bantuan mesin ketinting, penyerahan sepeda motor bagi Polsek terluar, dialog bersama masyarakat, pembagian bantuan sosial, serta makan bersama sebagai sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dengan TNI, pemerintah daerah, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Kami ingin memastikan setiap tim tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan mereka, memberikan manfaat nyata, serta membawa semangat pelayanan dan kebersamaan. Itulah esensi Ekspedisi Merah Putih Presisi," demikian Ino.(beng)
Jaga Semangat Ibadah di Usia Senja, Rumah Yatim Salurkan Paket Alat Sholat untuk 20 Lansia Dhuafa di Pekanbaru
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU BMKG Pekanbaru mencatat kenaikan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Riau. Dari tadi pagi sebanyak 115, sore
Lingkungan
Kemnaker dan BAZNAS Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Mustahik dan Penyandang Disabilitas
TNI/Polri
Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perkebunan adalah kekuatan dasar Riau yang harus diubah menjadi kesejahteraan rakyat. Perkebunan merupakan kekua
Ekbis
Polisi Bongkar Sindikat Pembuat dan Pengedar SIM Palsu di Riau, 8 Tersangka Diamankan
Hukrim
Bukan Sekadar Menangkap, Noki Loviko Imbau Masyarakat Bersama Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Hukrim
kabarmelayu.com,SIAK Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak membongkar sindikat pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang be
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah hotspot (titik panas) di Riau terus bertambah. Pagi ini pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofis
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Republik Indonesia, M. Qodari, hadir sebagai narasumber utama dalam program sini
TNI/Polri