Dua Babinsa Koramil 0321-05/RM Lakukan Monitoring Pengamanan Pilkades Desa Lenggadai Hulu Rimba Melintang
Dua Babinsa Koramil 032105/RM Lakukan Monitoring Pengamanan Pilkades Desa Lenggadai Hulu Rimba Melintang
TNI/Polri
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Menandakan berakhirnya masa pembelajaran tahun 2023-2024, SMA Negeri Plus Riau, melepas 148 orang siswa kelas XII yang akan meninggalkan sekolah selama tiga tahun tinggal di asrama. Namun, siswa kelas XII tersebut masih akan menghadapi penilaian akhir tahun kelas XII di dalam bulan Ramadan, sebelum mereka dikembalikan ke daerah masing-masing.
Kepala SMA Negeri Plus Riau, Edi Sutono MPd kepada wartawan usai melaksanakan acara perayaan mengatakan bahwa, kegiatan itu dilaksanakan sekarang mengingat jadwal anak-anak kelas XII yang akan menghadapi penilaian akhir tahun pada pecan pertama bulan Ramadan hingga pecan ketiga bulan Ramadan. Setelah itu, mereka akan cuti Idul Fitri dan kembali ke daerah masing-masing.
"Kita laksanakan sekarang karena factor waktu. Mereka akan selesai menghadapi penilaian akhir tahun menjelang Idul Fitri dan akan kembali ke daerah masing-masing. Tidak memungkinkan lagi kita panggil untuk masuk sekadar melaksanakan perayaan akhir masa pembelajaran. Dulu namanya perpisahan," ungkap Kepsek yang baru tahun ini menjabat disana.
Baca Juga:
Menurutnya, dalam perayaan akhir masa pembelajaran ini, dilaksanakan di halaman sekolah yang jadi kebanggaan Riau ini.
Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pendidikan Riau diwakili Kepala Cabang Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Riau Adela Sag, Mpd, dan beberapa mantan Kepsek SMA Plus Riau sebelum Edi Sartono. komite sekolah, para alumni dan orangtua murid serta anak-anak murid SMA Negeri Plus Riau.
Baca Juga:
Edi Sartono mengatakan tak banyak sekolah setingkat SMA yang bisa menggabung tiga unsur pendidikan yakni pendidikan formal, pendidikan agama dan pendidikan karakter. SMA Negeri Plus Riau memiliki tiga unsur itu dan juga menjadi salah satu SMA/SMK Negeri di Riau dari lima yang menjadi sekolah asrama dan dibiayai Pemerintah Daerah. Hal itu menjadikan SMA Negeri Plus Riau menjadi salah satu sekolah dengan ketergantungan operasional berdasarkan angka APBD yang ditetapkan Pemprov Riau.
"Kami menerima hanya 150 anak didik setiap tahun. Tidak lebih dari itu, karena anggaran makan minum di asrama kami hanya untuk 150 anak pertingkat setiap tahunnya. Meskipun peminat SMA Negeri Plus Riau ini sangat banyak," tutur Edi Sartono.
Edi Sartono, setiap tahun mereka menerima sedikitnya 800 orang anak yang mendaftar. Mereka menggunaka dua tahapan seleksi. Tahap pertama seleksi administrasi berupa nilai rapor. Dari 800 anak akan gugur 500 orang dan menyisakan 300 orang anak. Tahap kedua seleksi dengan tes akademik. Dalam tes ini akan dipilih 150 anak yang akan diterima belajar di SMA Negeri Plus Riau.
Lebih jauh Edi Sartono menyebutkan, keterwakilan dari masing-masing kabupaten/kota akan menjadi salah satu pertimbangan saat seleksi pertama, tapi tidak harga mati.
"Artinya, dengan pertimbangan keterwakilan masing-masing kabupaten/kota tidak dapat dipastikan akan berlaku jika anak yang mewakili salahs qatu kabupaten/kota nilainya tidak mencukupi, dan justru dari kabupaten/kota lain lebih baik, maka tidak akan adala pemaksaan harus keterwakilan kabupaten/kota," ungkapnya.
Khusus untuk tahun ini menurut Edi Sartono, berdsarkan permintaan mantan Gubernur Riau H Edi Natar Nasution sebelumbeliau berakhir masa jabatannya untuk menerima 7 orang murid melalui jalur tahfiz.
Tujuh murid ini, nantinya dari pagi hingga sore akan mengikuti pelajaran di SMA Negeri Plus Riau dan pada sore hingga malam dan menginap di Sekolah Tahfiz Riau.
Diakhir perbincangan dengan wartawan di ruang kerjanya, Edi Sartono berjanji akan memberikan yang terbaik untuk SMA Negeri Plus dimasa dirinya menjadi kepala sekolah ini. Ada beberapa target yang akan diupayakannya dengan maksimal mewujudkannya.***
Dua Babinsa Koramil 032105/RM Lakukan Monitoring Pengamanan Pilkades Desa Lenggadai Hulu Rimba Melintang
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Atlet renang penyandang disabilitas asal Kabupaten Kampar, Riau, Abdil Majid Rahman, sukses meraih medali emas p
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Angka Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Riau mengalami tren positif. Hingga 26 Oktober 2026, dari s
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kemudahan akses pembiayaan masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), teruta
Opini
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Siak Hulu, menerima kunjungan studi tiru dari UPT SMP Negeri 3 Tapung,
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Manajemen PSPS Pekanbaru mengajukan permohonan pembatalan sanksi denda sebesar Rp20 juta yang dijatuhkan Komite
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau, telah mengumumkan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru resmi menggelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 mulai Senin
Hukrim
Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, menerima silaturahmi pengurus Himpunan Siompu Kampar Provinsi Ria
Parlemen