Minggu, 14 Juni 2026 WIB

Dibiayai Pusat, Sekolah Rakyat di Pekanbaru Siap Beroperasi

Redaksi - Selasa, 20 Mei 2025 17:49 WIB
Dibiayai Pusat, Sekolah Rakyat di Pekanbaru Siap Beroperasi
Markarius Anwar.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Sekolah Rakyat atau program pendidikan berasrama gratis di Kota Pekanbaru, kini sudah siap untuk beroperasi.

Wakil Walikota Pekanbaru H Markarius Anwar menyebutkan, tahap awal terdapat sebanyak 50 anak dari keluarga kurang mampu yang akan mendapatkan pendidikan secara gratis di Sekolah Rakyat.

"Semua dibiayai dari pusat," ucapnya, Senin.

Baca Juga:

Meski dibiayai pusat, kata Markarius untuk kesiapan operasi Sekolah Rakyat sendiri diserahkan ke pemerintah daerah.

"Sekarang semua sudah dipersiapkan, termasuk guru. Begitu juga dengan pembiayaan, sudah. Sekarang tinggal jalan (beroperasi)," ujarnya.

Baca Juga:

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial, Dr H Idrus, M. Ag menjelaskan, total terdapat sebanyak 55 calon peserta didik dari anak kurang mampu yang dipersiapkan untuk Sekolah Rakyat.

"Tahap awal ini kuotanya untuk 50 orang. Tapi kita tetap menyiapkan 10 persen dari 50 itu untuk cadangan, ada 5 cadangan. Jadi 55 orang yang kita siapkan," ungkapnya.

Sebanyak 55 calon peserta didik yang dipersiapkan untuk Sekolah Rakyat itu sudah melalui berbagai tahapan seleksi. "Calon peserta didik ini merupakan hasil assesmen," tegasnya.

Berdasarkan data awal dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, terang dia, tercatat sebanyak 7.315 anak di Pekanbaru yang menjadi sasaran Sekolah Rakyat.

"7.315 orang ini untuk jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA. Tapi untuk tahap awal, untuk Provinsi Riau, Sumbar dan Kepri, itu baru dibuka untuk jenjang SMP. Untuk SMP ini, datanya 4.300-an yang usianya 12 sampai 15 tahun," papar Idrus.

Mengingat tahap awal ini jumlah peserta didik yang diterima hanya 50 orang, Dinas Sosial Kota Pekanbaru lantas melakukan verifikasi lapangan dengan mendatangi rumah atau tempat tinggal calon peserta didik yang jadi sasaran Sekolah Rakyat.

"Dari verifikasi, dari hasil assesment, dari basil pendataan langsung ke rumah, terekrut lah 410 orang yang memenuhi syarat. Dari 410 ini, itu yang menyatakan setuju secara lisan sebanyak 131 orang," terang Idrus.

"Setelah disetujui secara lisan, kita data lagi untuk mendapat persetujuan tertulis dan yang setuju secara tertulis 72 orang. Kemudian ada tambahan 7 lagi, jadi total 79 orang yang setuju secara tertulis," ulasnya.

"Karena jumlah yang setuju lebih banyak dari kuota 50 orang, maka kita lakukan lagi assesment dan dapatlah sebanyak 50 orang ditambah cadangan 5 orang. Jadi tahapannya seleksinya panjang, dari 4 ribu lebih menjadi 55 orang," sambung Idrus lagi.

Nantinya, calon peserta didik yang terpilih akan menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Sentra Abiseka di Kecamatan Rumbai. "Sekolah rakyat ini semuanya gratis. Sistemnya boarding school, asrama," tutup Idrus.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan sekolah berasrama yang 100 persen gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin. Sekolah ini terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekolah Rakyat dirancang untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka masa depan lebih cerah.

Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No 8 Tahun 2025, program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Program SNT, Pusat Setujui Pembangunan Unit Sekolah Baru di Kulim
SF Hariyanto Ingin Pembangunan Fisik di Sekolah Dilaksanakan OPD Teknis
Ada Anak Putus Sekolah? Laporkan
UPT SMP Negeri 4 Siak Hulu Gelar Pentas Seni, Ruang Siswa Kembangkan Minat Bakat
Jika Sekolah Nekat Perpisahan di Hotel, Disdik Siapkan Sanksi
Sebanyak 170 Murid UPT SDN 011 Desa Baru Antusias Ikuti Gladi Bersih TKA
komentar
beritaTerbaru