Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Mensos Tinjau Rumah Calon Peserta Sekolah Rakyat di Rumbai, Pastikan Tepat Sasaran

Redaksi - Selasa, 27 Mei 2025 16:44 WIB
Mensos Tinjau Rumah Calon Peserta Sekolah Rakyat di Rumbai, Pastikan Tepat Sasaran
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar saat menghadiri dialog bersama Mensos RI.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf mengunjungi langsung rumah salah satu calon siswa Sekolah Rakyat di Jalan Nelayan, Rumbai, Pekanbaru, Selasa (27/5/2025). Kunjungan ini sekaligus sebagai bentuk pengawasan terhadap proses verifikasi penerima manfaat yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan asesmen yang dilakukan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Dinas Sosial benar-benar sesuai kondisi nyata di lapangan.

Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjalankan amanat Presiden Prabowo Subianto dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga:

"Saya ingin memastikan asesmen yang dilakukan benar-benar sesuai kenyataan. Kami ingin penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Provinsi Riau berjalan sesuai harapan Presiden," kata Saifullah Yusuf.


Baca Juga:

Sekolah ini nantinya akan dikelola dengan pendekatan khusus, mengingat latar belakang siswa yang beragam. Kepala sekolah dan guru dituntut memiliki empati, kesabaran, serta kemampuan memotivasi.

"Kita ingin kepala sekolah yang mumpuni, empatik, dan guru yang telaten. Tata kelola sekolah harus baik dan diawasi oleh masyarakat," ujarnya.

Saifullah menyebutkan, meskipun sekolah ini berasrama, orangtua tetap diberi keleluasaan untuk menjenguk anak mereka kapan saja agar hubungan emosional tetap terjaga.

Gubernur Riau Abdul Wahid yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut mengatakan, Sekolah Rakyat adalah langkah strategis untuk menjawab persoalan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di wilayahnya.


"Ini langkah yang tepat dan jangan ditunda. Banyak rakyat tak bisa sekolah karena jangkauan. Sekolah berasrama ini jadi solusi. Seluruh biaya ditanggung pemerintah, dari makan, pakaian hingga alat tulis," ujar Abdul Wahid.

Salah satu orang tua calon siswa, Eliswati, bersyukur atas program Sekolah rakyat. Program ini sangat meringankan beban keluarganya.

"Suami tidak bekerja lagi lantaran sakit. Saya kerja serabutan, kadang bantu di pasar atau nyuci di rumah orang, dan itu habis buat beli beras. Rasanya tak sanggup menyekolahkan sendiri," tuturnya.

Ia mengaku selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak keempatnya karena kondisi ekonomi keluarga.(adv)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Perkuat Kontribusi Sosial dan Lingkungan, PT IKPP Tbk dan Empat Unit Usaha APP Group Raih TOP CSR Awards 2026
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, PWI Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Praka Farizal Gugur Saat Salat Isya Karena Terkena Mortir Israel
komentar
beritaTerbaru