Sabtu, 24 Oktober 2026 WIB

Sekolah Harus Jadi Tempat Paling Aman untuk Anak

Redaksi - Selasa, 25 November 2025 15:00 WIB
Sekolah Harus Jadi Tempat Paling Aman untuk Anak
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memberi perhatian serius terhadap kasus dugaan bulying yang menyebabkan seorang siswa SDN 108 Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, meninggal dunia baru-baruini.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan, pihaknya akan segera memanggil Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk meminta penjelasan secara rinci terkait kronologi kejadian itu.

"Kita akan tanyakan ke Pemko Pekanbaru, apa yang sebenarnya ke terjadi dan bagaimana kronologinya," kata SF Hariyanto, Selasa (25/11/2025).

Baca Juga:

Ia menegaskan kasus serupa tidak boleh kembali terulang, terutama di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak saat berkembang dan belajar.

"Kita tak ingin ini (bullying) terjadi lagi. Sekolah itu tempat mencari ilmu, tempat seorang manusia bisa dididik menjadi lebih baik dan memiliki akhlak," tegasnya.

Baca Juga:

Seperti diberitakan, murid MA meninggal dunia diduga korban bulying yang dilakukan oleh teman di lingkungan sekolahnya, SDN 108 Pekanbaru.

Akibat peristiwa itu, MA mengalami kelumpuhan dan meninggal dunia pada Ahad (16/11/2025) pukul 02.00 WIB.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, kepada orang tuanya, MA megaku ditendang di bagian kepala. Tak hanya sekali itu, pada Oktober sebelumnya, MA juga menjadi korban perundungan temannya yang lain. MA mengalami kekerasan dipukul berkali-kali di bagian dada.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ciptakan Lingkungan Belajar Sehat, BNN Dumai Resmikan Kemitraan P4GN di SMP Negeri 2
Sejumlah Sekolah di Pekanbaru Tahan Ratusan Ijazah Siswa, Ada Sekolah Negeri
Plh Bupati Inhil Yuliantini Tinjau SDN 007 Parit 3 Teladan Kayu Raja, Serahkan Bantuan Pribadi
ISPU Memburuk, Sekolah di Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH
Menuju Sekolah Rakyat Permanen, Pemkab Rohil Rampungkan Dokumen Teknis
Program Nasional Revitalisasi Sekolah, Siak Sudah Terima Rp61 Miliar
komentar
beritaTerbaru