FAP-Tekal Dumai Desak Kejelasan Kasus Andi Setiawan, Kejari Belum Beri Kepastian
kabarmelayu.com,DUMAI Forum Aksi Tenaga Kerja Lokal (FAPTekal) Dumai kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Dumai, Rabu (28/10/2026
Hukrim
DURI - Lembaga pendidikan swasta yang ada di Kecamatan Mandau menghadapi sejumlah kendala. Selain kekurangan sarana dan prasarana, juga kekurangan dana operasional. Kenyataan tersebut dikatakan Wakil Kepsek Bidang Humas STM Muhammadiyah Duri, HM Yunus Ras, Jumat (17/2/17) kemarin.
“Kalau ditanya kekurangan tentu sangat banyak. Mulai dari sarana prasarana pendukung hingga ke dana operasional. Namun demikian, akses lembaga pendidikan swasta yang dikelola oleh yayasan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah agak terbatas. Salah satunya dikarenakan ada kesan bahwa pendidikan swasta itu kaya dan banyak duit,” ujar M Yunus.
Diakuinya, memang ada sejumlah lembaga pendidikan swasta di Mandau dan Pinggir yang bisa dikatakan kaya dan bonafid. Contohnya Yayasan Pendidikan Cendana dan Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Mutiara. “Sayangnya, kedua lembaga pendidikan itu seolah dijadikan barometer untuk daerah ini. Kedua yayasan itu memang bisa dikatakan kaya. Tapi banyak yayasan pendidikan lain di Mandau masih keteteran,” terangnya.
Baca Juga:
STM Muhammdiyah Duri menurut Yunus, dapat dijadikan sebagai contoh kasus. Meski dikelola pihak swasta, keuangannya tidaklah memadai. “SPP untuk kelas satu Rp200 ribu, kelas dua Rp175 ribu, dan untuk kelas tiga Rp150 ribu. Dana itu hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan rutin saja. Tidak berlebih untuk membangun fasilitas tambahan,” katanya.
Kalau SPP dibayar siswa dengan lancar, tidak akan terlalu repot. Tapi kalau cukup banyak siswa yang menunggak SPP, pihak sekolah pun kewalahan. “Menaikkan SPP seperti di sekolah swasta bonafid di Duri jelas sulit. Apalagi kondisi ekonomi orang tua siswa kini sangat tidak menggembirakan.
Baca Juga:
“Bayangkan, dari 300 siswa kami, sekitar 25 persen diantaranya terpaksa bekerja sepulang sekolah. Dengan bekerja apa yang mungkin, mereka dapat uang jajan dan tak minta lagi ke orang tuanya. Kita berharap agar kenyataan ini menjadi pertimbangan bagi Pemkab untuk lebih memperhatikan lembaga pendidikan swasta,” pungkas M Yunus.
sumber: riaupos.co
kabarmelayu.com,DUMAI Forum Aksi Tenaga Kerja Lokal (FAPTekal) Dumai kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Dumai, Rabu (28/10/2026
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi Riau menilai persoalan terkait LGBT di tengah masyarakat membutuhkan penanganan secara terpa
Sosial
kabarmelayu.com, DUMAI Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Riau setelah Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau periode 2
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Oknum anggota Polri berinisial WP (37) diduga membunuh ibu kandungnya, Farida Hanum (64), seorang pensiunan apa
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Dumai mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke98
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 166 kasus kebakaran bangunan te
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Polda Riau terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski saat ini tidak ditemuka
Hukrim
Kapolda Riau Pimpin Pemusnahan 100,5 Kilogram Sabu Hasil Operasi Sarang Narkoba Jaringan Internasional
Hukrim
kabarmelayu.com,KUANSING Kebakaran menghanguskan rumah milik Bujang Enok warga Desa Munsako Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, Rabu (28/10/2
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Putri asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, berhasil mempersembahkan medali emas cabor Tenis Meja A
Sport