Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
BENGKALIS, kabarmelayu.com - Kurangnya minat wali murid untuk menyekolahkan anak mereka di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 27 wonosari, Kecamatan Bengkalis, membuat SDN sepi akan murid, terbukti untuk tahun ini penerimaan murid baru hanya berjumlah tiga orang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura melalui Kabid SD Suwanto, saat ditemui media baru-baru ini mengatakan kalau keberadaan sekolah yang minim siswa termasuk di SDN 27 Wonosari, akan di mergerkan ke sekolah yang ada di sekitar wilayah tersebut. Namun hal ini baru akan dikaji dan dievaluasi oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis.
“Kita masih mempertimbangkan sekolah nanti di marger atau tidak, karena tidak mudah kalau di merger. Perlu ada tinjauan berapa sekolah disana, termasuk madrasahnya berapa, dan juga akses pada SDN lain jauh atau tidak,” terang suwarto.
Baca Juga:
Lanjutnya, secara akses antara sekolahan Negeri itu lebih dekat maka sangat memungkinkan untuk di merger, tapi kalau jarak tempuhnya jauh mungkin masih dipertimbangkan. Karena menurutnya, tidak mudah untuk menghilangkan lembaga pendidikan.
Kepala Sekolah SDN 27 Saiful Apuan Spd melalui Sumarji salah satu guru senior ditemui Jumat (11/8/17) mengatakan, "Kami sebagai pendidik disini tidak mengharapkan sekolah kami dibubarkan (marger.red) masih perlu dipertimbangkan sejarah awal sekolah ini dan penyebab tidak adanya murid baru enam tahun belakangan ini dan yang utama malah fisik sekolah yang sebagian ruang belajarnya masih semi permanen," papar Sumarji.
Baca Juga:
Dijelaskan Sumarji, kami telah berkoordinasi dengan kepala desa Wonosari tentang kondisi sekolah kami dan pihak desa pun mengatakan jangan bubarkan SDN 27 karena ada nilai sejarahnya, ada cara lain untuk mengatasi kekurangan murid tersebut," katanya.
Sofyan salah satu warga wonosari yang juga ketua LSM Merapu mengatakan, "Saya salah satu alumni SDN 27 ini dan satu-satunya sekolah dasar di daerah kami, dan saya tidak setuju SDN 27 dibubarkan. SDN ini ada nostalgianya bagi kami para alumni," ungkap Sofyan.
Namun, saat ditanya soal faktor sedikitnya murid di SD tersebut, pihaknya langsung menjelaskan kalau orang tua sekarang sudah pada mengetahui kalau tidak hanya memilih pengetahuan umum tapi juga memahami secara ilmu agama, yakni dengan bersekolah di Madrasah.
“Ya, kita tidak bisa memaksa, karena pendidikan tidak bisa untuk dimaksa, kalau faktornya masyarakat lebih memilih ke Madrasah, saya juga bersyukur karena masyarakat atau orang tua sudah bisa memilih dan itu tidak bisa dipaksa. Memungkinkan kalau orang tua selain memilih ilmu pengetahuan umum mereka juga memilih pengetahuan keagamaan,” tambahnya.(der)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejumlah kios di Pasar Higienis, Jalan Teratai, Kota Pekanbaru, yang selama ini terbengkalai, dimanfaatkan oknum
Pemerintahan
ISPU Memburuk, Sekolah di Sejumlah Wilayah Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHUL Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke27, Persatuan Wartawan Indonesia (P
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Program Pemantapan Nilainilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI diikuti oleh Kalangan Birokrat, Akademis
Pemerintahan