Kamis, 27 Agustus 2026 WIB

Alasan Mendikbud Nadiem Makarim Ingin Hapuskan Ujian Nasional

Harijal - Minggu, 01 Desember 2019 03:34 WIB
Alasan Mendikbud Nadiem Makarim Ingin Hapuskan Ujian Nasional
(CNBC Indonesia TV)
Foto: Bungkam Soal Rencana Kerja, Nadiem: Saya Masih Belajar

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, rencana penghapusan ujian nasional (UN) di Indonesia bukan hanya sekedar wacana. Sebab, penghapusan dikaji oleh pihaknya berdasarkan usulan dari banyak pihak.

Menurutnya, usulan penghapusan UN tidak hanya datang dari masyarakat tetapi juga para guru. Salah satu alasannya adalah untuk menghindari murid dari stress.

"Banyak sekali aspirasi dari masyarakat sebetulnya, dari guru, dari murid, dari orang tua yang sebenarnya banyak huga dari mereka bukan ingin menghapuskan tapi menghindari hal-hal yang negatif dari sisi stress, menghukum siswa yg mungkin dari bidang itu kurang kuat dll," ujarnya di kantornya, Sabtu (30/11/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, rencana penghapusan UN yang selama ini sudah ada tidak tiba begitu saja. Tapi penuh dengan pertimbangan terutama ke sisi positifnya.

"Jadi ini semacam prinsipnya, jadi bukan sekedar wacana menghapus-hapus. Ini juga wacana memperbaiki esensi dari UN itu apa. Apakah untuk menilai prestasi murid apa untuk menilai prestasi sistem," jelasnya.

Baca Juga:

Selain itu, ia menekankan bahwa rencana ini masih dikaji oleh pihaknya. Dengan demikian tidak akan bisa ditetapkan dalam waktu dekat.

"Yang pasti 2020 masih akan jalan UN. Ini keputusan untuk setahun berikutnya," tegasnya.


(cnbcindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar
HUT Polwan Ke-78, Police Woman Goes To School Kunjungi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota
Pelaku Industri Didorong Bantu UMKM dan Kembangkan Industri Halal
Pemko Pekanbaru Tingkatkan Status Siaga Karhutla Jadi Tanggap Darurat
Pokja Newsrom Jaga Desa SMSI, Manifestasi Kukuhkan NKRI
Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
komentar
beritaTerbaru