Mulai Hari Ini Akses Masuk Tol Pekanbaru Dialihkan ke Pintu Bypass
kabarmelayu.comPEKANBARU Pengguna Jalan Tol PekanbaruDumai perlu menyesuaikan rute perjalanan mulai Jumat (28/8/2026) hari ini. PT Huta
Pemerintahan
JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengancam elemen buruh di seluruh wilayah Indonesia akan mogok kerja massal jika tuntutan mereka soal pencabutan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tidak didengarkan pemerintah.
Iqbal menegaskan penghentian proses produksi adalah kekuatan 'istimewa' elemen buruh. Bahkan Undang-undang Ketenagakerjaan dan Konvensi Organisasi Buruh Internasional (ILO) Nomor 87 menjamin hak untuk mogok kerja.
"Kekuatan buruh kedua itu melumpuhkan ekonomi. Kita enggak usah datang ke Istana, ke DPR, ke Monas, tinggal instruksi berhenti setop produksi," kata Iqbal dalam jumpa pers di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Rabu (11/3).
Baca Juga:
Iqbal mengingatkan pemerintah dan pengusaha bahwa mogok kerja sangat mungkin dilakukan. Mengingat di masa dulu aksi mogok kerja massal pernah dilakukan para buruh.
Pada 3 Oktober 2012, empat juta buruh yang terhimpun dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) melakukan mogok kerja bersamaan. Mereka menuntut pemberian upah yang layak.
Baca Juga:
Aksi itu berlangsung di sekitar 21 kabupaten/kota industri, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Serang, Cilegon, Karawang, Purwakarta, Sukabumi, Cimahi, Bandung, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, dan Makasar. Aksi itu kemudian berujung pada pemerintah menyetujui kenaikan upah layak.
Untuk menolak Omnibus Law, Iqbal mengatakan buruh akan menggelar aksi pada 23 Maret mendatang. Aksi unjuk rasa lanjutan pada 23 Maret nanti sebagai pemanasan. Jika setelah hari itu, pemerintah masih 'tutup kuping' dan tak melibatkan buruh dalam pembahasan Omnibus Law, maka mogok kerja massal jadi opsi terakhir.
"Jangan karena kerakusannya, memaksa buruh melawan dengan keras. Tapi kami enggak akan memilih jalan itu (mogok kerja massal) kalau social dialogue dikedepankan. Oleh karena itu, Omnibus Law harus ditarik, rundingkan kembali dengan tripartit nasional," tegas Iqbal.
Presiden Joko Widodo di periode kedua diketahui mengusung RUU Omnibus Law Cipta Kerja. RUU ini diklaim Jokowi bisa memangkas aturan berusaha dan menarik investasi asing.
Bahkan pemerintah bersama DPR menargetkan pembahasan dan pengesahan Omnibus Law rampung dalam waktu cepat.
Namun dalam perjalanannya, RUU ini menuai penolakan. Salah satunya dari serikat buruh yang menolak karena pasal-pasal di dalam RUU itu pro pengusaha dan merugikan pekerja.
Selain itu, elemen buruh juga menilai pemerintah membahas RUU secara tidak transparan dan tak melibatkan serikat pekerja.
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.comPEKANBARU Pengguna Jalan Tol PekanbaruDumai perlu menyesuaikan rute perjalanan mulai Jumat (28/8/2026) hari ini. PT Huta
Pemerintahan
Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KAMPAR Dalam rangka HUT Polwan ke78 tahun yang jatuh pada tanggal 1 September 2026, Polwan Polres Kampar mengunjungi UPT
Pendidikan
kabarmelayu.com,TANGERANG Kunjungan ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, Banten, menghasilkan sejumlah catatan penting dar
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi meningkatkan status penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) organisasi yang menaungi pemilik atau CEO Media di Indonesia, dan merupakan k
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan