Rabu, 17 Juni 2026 WIB

Diklaim Gugur, Begini Postingan Abu Ubaida yang Bikin Kecele Israel

Redaksi - Kamis, 15 Mei 2025 17:14 WIB
Diklaim Gugur, Begini Postingan Abu Ubaida yang Bikin Kecele Israel
Abu Ubaidah menjadi salah satu sosok yang disegani Israel.(Foto: Republika)
kabarmelayu.comJAKARTA - Juru bicara pejuang bersenjata Brigade Izzuddin al-Qassam, Abu Ubaida, mengunggah postingan di media sosial tak lama setelah rumor Israel mengklaim bahwa ia dibunuh dalam pengeboman Israel di Rumah Sakit Eropa Gaza di Khan Younis, Gaza selatan, pada Selasa (13/5/2025), dilansir dari Al Mayadeen.

Dengan serangkaian serangan udara intensif, militer penjajah menyerang rumah sakit dan sekitarnya. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar dan mengakibatkan banyak korban jiwa dan cedera. Setidaknya 28 orang tewas dan 70 lainnya cedera akibat pembantaian brutal itu.

Beberapa laporan Israel yang beredar mengklaim bahwa Abu Ubaida dibunuh dalam serangan besar-besaran itu. Namun juru bicara Palestina itu secara otomatis membantah tuduhan Israel ketika ia mengunggah, mengomentari operasi penembakan Tepi Barat yang menewaskan seorang pemukim Israel dan melukai serius dua orang lainnya di dekat pemukiman Bruchin, di Salfit, dekat Nablus.

Baca Juga:

Dalam postingannya, Abu Ubaida menyerukan kepada rakyat Palestina untuk bangkit melawan pendudukan dalam rangka membela Masjid Al-Aqsa, sebagai tanggapan atas agresi di Tepi Barat, dan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Gaza.

Setelah postingannya, Radio Angkatan Darat Israel segera mengutip penilaian lembaga keamanan yang menunjukkan bahwa Abu Ubaida tidak berada di fasilitas medis yang menjadi sasaran militer Israel di Khan Younis.

Baca Juga:

Tentara Penjajah Israel melanjutkan teror genosidanya di jalur Gaza dengan melakukan serangkaian serangan udara terhadap Rumah Sakit (RS) Eropa di Khan Younis, yang berada di selatan daerah terkepung itu. Serangan Israel tersebut dilakukan pada Selasa (13/5/2025) waktu setempat, beberapa jam setelah serangan mematikan lainnya di RS Nasser.

Sedikitnya 16 orang dipastikan syahid sementara lebih dari 70 orang lainnya terluka dalam serangan sebelumnya. Sementara itu, jumlah korban akibat pengeboman RS Eropa masih belum dapat dipastikan.

Diberitakan Days of Palestine pada Selasa (13/5), tentara Israel yang berkoordinasi dengan badan intelijen dalam negeri Shin Bet, mengonfirmasi tanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam sebuah pernyataan, militer menuduh bahwa rumah sakit tersebut digunakan oleh Hamas sebagai pusat komando dan kontrol rahasia yang terletak di bawah tanah. Meski demikian, tidak ada bukti nyata yang diberikan untuk mendukung klaim tersebut.

Sumber-sumber lokal melaporkan adanya pembantaian. Saksi mata menggambarkan pembantaian terjadi di halaman darurat rumah sakit. Beberapa mayat masih belum ditemukan di bawah reruntuhan. Sementara itu, kekhawatiran jumlah korban wafat dapat meningkat secara signifikan.

Serangan tersebut dilaporkan melibatkan setidaknya enam rudal dan menghantam sebuah rumah tinggal yang berdekatan dengan kompleks rumah sakit, yang pada saat itu dihuni pasien.

Republika

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, PWI Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Praka Farizal Gugur Saat Salat Isya Karena Terkena Mortir Israel
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI
BKSAP DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Palestina
komentar
beritaTerbaru