Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Hukrim
Keluarga Fathan tinggal di tepi Sungai Selaras, satu dari lima hingga enam rumah yang berjejer di pinggiran sungai, jembatan penghubung desa. Saat air bah datang, rumah mereka habis tersapu.
Bayi itu sebelumnya tinggal bersama ibu, ayah, nenek, om, tante, dan kakaknya, total tujuh orang. Kini ia tinggal sebatang kara setelah seluruh keluarganya meninggal disapu galodo (demikian warga setempat menyebut bencana banjir bandang dan longsor).
Baca Juga:
Wali Nagari (Kepala Desa) Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi menuturkan, Fathan ditemukan saat evakuasi, tepatnya malam setelah banjir bandang.
Fathan ditemukan ditengah kegelapan pencarian korban galodo, ia tersangkut di sebuah pohon. ,Bayi Titipan Tuhan', sebutan itu melekat kepada Fathan setelah keajaiban malam itu.
Baca Juga:
Diketahui, ayah Fathan sebelumnya sempat dilarikan ke RSUD Lubuk Basung, namun sehari setelah peristiwa itu nyawanya tak tertolong. Nasib serupa dialami paman Fathan yang juga sempat dibawa ke rumah sakit bersama Fathan. Namun, sang paman pun tak tertolong.
Wali Nagari Fauzi mengisahkan, kehidupan warga di tepi sungai Salareh ini telah berlangsung turun temurun sejak masa nenek moyang mereka. Kejadian galodo diakui Fauzi tak pernah sedahsyat ini.
Galodo kali ini harus dibayar mahal oleh warga yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Saat ini, Fathan berada dalam perawatan, dia menjadi tumpuan kasih sayang bagi warga yang selamat. Komunitas Desa Selaras Aia Timur kini mengemban tugas memastikan Fathan mendapatkan kehidupan yang layak, menggantikan keluarga yang telah direnggut oleh air bah.
Saat ini masih banyak warga yang belum ditemukan. Proses evakuasi terhambat karena keterbatasan. Alat berat yang ada saat ini belum cukup untuk melakukan pencarian dan penggalian maksimal di area bencana yang luas dan sulit dijangkau.
Bantuan untuk saat ini sangat krusial untuk menggerakkan kembali roda kehidupan pasca-bencana.
Peristiwa galodo di Selaras Aia Timur memberikan pelajaran yang sangat berharga mengenai pentingnya mitigasi bencana dan pemahaman risiko geografis. Kisah Fathan dan kehancuran desanya menjadi refleksi bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana alam.
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Opsnal Polsek Senapelan menangkap seorang pria berinisial DK (35) lantaran diduga menggelapkan uang tunai se
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus memperluas jaringan bisnis di Sumatera, PT Mitra Kencana Nusantar
Ekbis
kabarmelayu.com,INHU Penanganan laporan dugaan pembobolan kamar di wilayah hukum Polsek Batang Gansal, Polres Indragiri Hulu (Inhu), menua
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Gempa bumi magnitudo 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026, hingga saat ini tercatat me
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Arifa Rahma Maulydha, putri asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpilih mewakili Provinsi Riau sebagai angg
Pemerintahan
Semangat Kemerdekaan Warnai Karnaval Budaya, Puluhan Sekolah Unjuk Kreativitas di Rumah Rakyat
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Komitmen Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Indragiri Hilir menghadirkan pelayanan pertanahan yang ringkas, sigap
Sosial
kabarmelayu.com,ROHIL Persidangan perkara perdata No. 53/Pdt.G/2026/PN.Rhl di Pengadilan Negeri (PN) Rokan Hilir (Rohil) mengenai sengketa
Hukrim
Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tembus Kuala Selat, 500 Hektare Mangrove Disiapkan Lawan Abrasi
Lingkungan