Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Pantau Lahan Pertanian Warga
Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Pantau Lahan Pertanian Warga
TNI/Polri
Keluarga Fathan tinggal di tepi Sungai Selaras, satu dari lima hingga enam rumah yang berjejer di pinggiran sungai, jembatan penghubung desa. Saat air bah datang, rumah mereka habis tersapu.
Bayi itu sebelumnya tinggal bersama ibu, ayah, nenek, om, tante, dan kakaknya, total tujuh orang. Kini ia tinggal sebatang kara setelah seluruh keluarganya meninggal disapu galodo (demikian warga setempat menyebut bencana banjir bandang dan longsor).
Baca Juga:
Wali Nagari (Kepala Desa) Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi menuturkan, Fathan ditemukan saat evakuasi, tepatnya malam setelah banjir bandang.
Fathan ditemukan ditengah kegelapan pencarian korban galodo, ia tersangkut di sebuah pohon. ,Bayi Titipan Tuhan', sebutan itu melekat kepada Fathan setelah keajaiban malam itu.
Baca Juga:
Diketahui, ayah Fathan sebelumnya sempat dilarikan ke RSUD Lubuk Basung, namun sehari setelah peristiwa itu nyawanya tak tertolong. Nasib serupa dialami paman Fathan yang juga sempat dibawa ke rumah sakit bersama Fathan. Namun, sang paman pun tak tertolong.
Wali Nagari Fauzi mengisahkan, kehidupan warga di tepi sungai Salareh ini telah berlangsung turun temurun sejak masa nenek moyang mereka. Kejadian galodo diakui Fauzi tak pernah sedahsyat ini.
Galodo kali ini harus dibayar mahal oleh warga yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Saat ini, Fathan berada dalam perawatan, dia menjadi tumpuan kasih sayang bagi warga yang selamat. Komunitas Desa Selaras Aia Timur kini mengemban tugas memastikan Fathan mendapatkan kehidupan yang layak, menggantikan keluarga yang telah direnggut oleh air bah.
Saat ini masih banyak warga yang belum ditemukan. Proses evakuasi terhambat karena keterbatasan. Alat berat yang ada saat ini belum cukup untuk melakukan pencarian dan penggalian maksimal di area bencana yang luas dan sulit dijangkau.
Bantuan untuk saat ini sangat krusial untuk menggerakkan kembali roda kehidupan pasca-bencana.
Peristiwa galodo di Selaras Aia Timur memberikan pelajaran yang sangat berharga mengenai pentingnya mitigasi bencana dan pemahaman risiko geografis. Kisah Fathan dan kehancuran desanya menjadi refleksi bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana alam.
Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Pantau Lahan Pertanian Warga
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan,
Sport
kabarmelayu.com,INHIL Masih dalam rangkaian momentum peringatan hari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke 61, Pemkab Inhil menggelar tabli
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, SE, MM bersama sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi, kabupaten, dan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan komitmen memerangi narkoba dengan menggandeng sejumlah elemen masya
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengingatkan seluruh kepala sekolah dasar negeri untuk mengedepankan integrita
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti, me
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj. Katerina
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, SE, MT meresmikan Masjid Raudhatul Zikri yang berlokasi di Jalan Tanjung Priok, L
Pemerintahan
kabarmelayu.com,SIAK Seorang perempuan muda anak suku Akit Anak Rawa Dusun Mungkal, Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Si
Peristiwa