Minggu, 06 September 2026 WIB

Karhutla di Tembilahan Menjalar Mendekati Pemukiman Warga

Riki - Sabtu, 29 Agustus 2026 00:11 WIB
Karhutla di Tembilahan Menjalar Mendekati Pemukiman Warga
Api yang menjalar hampir mendekati pemukiman warga di Tembilahan.(Foto: ist)
kabarmelayu.com,TEMBILAHAN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, membakar lahan gambut di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, tepatnya di kawasan Parit 17 hingga Parit 19, Jumat (28/8/2026).

Kebakaran diperkirakan telah menghanguskan lahan seluas hampir 10 hektare. Warga khawatir, karena lokasi kebakaran sangat dekat dengan permukiman penduduk.

Kobaran api hanya berjarak sekitar 30 hingga 50 meter dari pemukiman warga. Tim gabungan bersama masyarakat terus berupaya melakukan pemadaman dan penyekatan agar api tidak merembet ke kawasan permukiman.

Baca Juga:

Proses pemadaman yang dilakukan sejak malam hingga Jumat pagi menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya minimnya sumber air di sekitar lokasi.

Selain itu, karakteristik lahan gambut kering juga menjadi tantangan tersendiri. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat menjalar dan menyimpan bara di bawah tanah, sehingga berpotensi kembali muncul meski telah dilakukan penyiraman dan pendinginan.

Baca Juga:

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, R. Arliansyah mengatakan, tim gabungan bersama masyarakat terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.

"Kendala utama di lapangan adalah ketersediaan sumber air yang minim serta kondisi gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan," kata Arliansyah.

Upaya pendinginan terus dilakukan secara intensif untuk mencegah kembali munculnya titik api.

"Tim gabungan bersama warga terus berjibaku di lapangan untuk melakukan pendinginan secara intensif agar potensi kebakaran susulan dapat dicegah sejak dini," tukasnya.

Sementara itu, warga setempat mengaku khawatir api semakin mendekati rumah mereka. Terlebih, jarak titik kebakaran dengan permukiman terbilang sangat dekat.

"Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar api tidak menjangkau rumah warga. Jaraknya sudah sangat dekat, jadi penjagaan dan penyekatan harus diperketat," ujar Amsari, warga setempat.

Tim gabungan bersama masyarakat hingga kini masih berupaya melokalisir areal yang terbakar. Penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi api merembet lebih luas, terutama ke arah permukiman.

Kondisi lahan yang kering dan cuaca panas membuat kewaspadaan terus ditingkatkan. Pemadaman dan pendinginan di lokasi dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bara di dalam gambut benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sumber Air Pemadaman Karhutla, Plh Bupati Yuliantini Tinjau Normalisasi Parit 18
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau Tinjau Pemadaman Karhutla di Sekitar TN Zamrud
Lahan Terbakar di Riau Sudah Mencapai 18.770 Hektare
Naik Signifikan, Jumlah Hotspot Riau Pagi Ini 346, Sumatera Rekor 4.229 Titik
Sempat Padam, Api Karhutla Sungai Beringin Tembilahan Kembali Menyala
Hotspot Riau Melonjak Lagi Pagi ini 234 Titik
komentar
beritaTerbaru