Jumat, 31 Juli 2026 WIB

Pasien Operasi Katarak Gratis Meninggal Dunia Dalam Kondisi Mengenaskan

Harijal - Minggu, 25 September 2016 15:14 WIB
Pasien Operasi Katarak Gratis Meninggal Dunia Dalam Kondisi Mengenaskan
rd/hen

BAGANSIAPIAPI, kabarmelayu.com - Ramli, pasien Operasi Katarak Gratis di RSUD dr Protomo Bagan Siapiapi, warga Baganhulu kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau tewas mengenaskan usai meminum obat pemberian dokter penyelenggara operasi katarak gratis yang dilaksanakan atas kerjasama Lion Club dengan TP-PKK dan Pemkab Rohil. Korban sempat dilarikan ke RSUD Arifin Ahmad sebelum akhirnya meninggal dunia, Minggu pagi (25/9).

Diungkapkan Menantu korban Kido (58), sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, pasca operasi Ramli mengalami kejang-kejang usai memakan obat pemberian dokter dari pihak penyelenggara Operasi Katarak, Lion Club.

Kemudian usai kejang kejang, pihak keluarga melihat di seluruh badan Ramli mulai dari tangan, hingga kaki terdapat benjolan-benjolan sebesar telur ayam yang membuat korban kepanasan sehingga kulit di badan korbanĀ  mengelupas dan terlihat mengerikan.

Baca Juga:

"Keesokan harinya kita langsung membawa korban kembali ke RSUD dr Pratomo, namun setiap dokter yang ditemui tidak berani berkomentar hingga terkesan lempar bola dari dokter spesialis mata merujuk ke ahli bedah, akhirnya korban kami larikan ke RSUD Arifin Ahmad di Pekanbaru," paparnya kepada riaueditor.com.

Sambung Kido, pihak keluarga sangat kebingungan, sedangkan pihak medis terutama dokter spesialis mata usai memeriksa terkesan diam dan merujuk korban ke dokter bedah di rumah sakit dr Protomo Bagansiapiapi.

Baca Juga:

"Dugaan kami, pihak dokter tau, apa penyebab nya, tetapi mereka diam dan merujuk pasien ke luar daerah, terakhir kondisi mertua saya dalam keadaan koma sebelum menghembuskan nafas terakhirnya," ujarnya berlinangan air mata.

Kepada wartawan Kido menjelaskan, kuat dugaan mertuanya meninggal bagian dari Mal Praktek atau salah obat, seharusnya kata Kido, sebelum dioperasi hendaknya setiap pasien haruslah di cek-up terlebih dahulu kesehatan fisiknya apakah ada gejala alergi atau tidak.

"Semua dokter katarak itukan dari Medan, kita kan ga tau, apakah dokter asli atau dokter uji coba, masa pasien sebanyak 250 orang siap ditangani dalam waktu 2 hari, kami pihak keluarga meminta pertanggung jawaban dari pihak penyelenggara, (Lion Club.red)," tandasnya.

Saat ini pihak keluarga di kediaman Kido jalan Masjid menantikan kedatangan jenazah Ramli yang dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Bagansiapiapi.

Hingga berita ini dibuat belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara kegiatan sosial tersebut. (hen)

SHARE:
beritaTerkait
Terima Lulusan IPDN Riau, Syahrial Abdi: Jaga Integritas, Optimalkan Pelayanan
Fun Pingpong Competition, Pererat Sinergi SKK Migas, EMP dan PWI Riau
Ketahanan Pangan, Kapolsek Kandis dan Personel Siapkan Kebutuhan Air untuk Tanaman Jagung
Hendry Munief Motivasi Santri PP Hidayatullah Pekanbaru Jadi Santripreneur Berbasis Nilai Tauhid
Wako Geram Revitalisasi Pasar Bawah Tak Tuntas, Pengelola Terancam Putus Kontrak
Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Resmi di Buka, Polda Riau Hadirkan Layanan hingga Pulau Terluar
komentar
beritaTerbaru