Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Lebih dari 2.700 Balita di Gaza Alami Gizi Buruk Akut

Redaksi - Minggu, 08 Juni 2025 17:37 WIB
Lebih dari 2.700 Balita di Gaza Alami Gizi Buruk Akut
Ilustrasi.(Foto: REUTERS/Saleh Salem)
kabarmelayu.comJAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan terkait lonjakan jumlah anak di Jalur Gaza, Palestina, yang menderita gizi buruk akut. Menurut PBB, lebih dari 2.700 anak di bawah usia lima tahun (balita) di Gaza telah didiagnosis dengan malnutrisi akut.

Dari hampir 47 ribu anak di bawah usia lima tahun yang diperiksa untuk malnutrisi pada paruh kedua bulan Mei, sebanyak 5,8 persen atau 2.733 anak diketahui mengalami gizi buruk akut. "Angka ini hampir tiga kali lipat dari proporsi anak-anak yang didiagnosis dengan gizi buruk tiga tiga bulan sebelumnya," kata PBB dalam laporannya seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (7/6/2025).

Jumlah anak-anak dengan malnutrisi akut parah yang memerlukan perawatan di rumah sakit juga meningkat sekitar dua kali lipat pada bulan Mei dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, menurut laporan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Baca Juga:

Menurut data dari Kelompok Gizi yang dikutip oleh OCHA, lebih dari 16.500 anak di bawah usia lima tahun telah terdeteksi dan menjalani pengobatan untuk gizi buruk akut parah, termasuk 141 anak dengan komplikasi yang memerlukan rawat inap. Upaya pemulihan nutrisi anak-anak di Gaza masih sangat menantang, karena fasilitas medis yang tersedia sangat terbatas. Saat ini hanya ada empat pusat stabilisasi untuk perawatan gizi buruk akut yang parah dengan komplikasi medis di Jalur Gaza.

"Pusat-pusat stabilisasi di Gaza Utara dan Rafah terpaksa menghentikan operasinya, sehingga anak-anak di daerah ini tidak memiliki akses ke perawatan yang dapat menyelamatkan nyawa," demikian kata OCHA.

Baca Juga:

Peringatan terbaru dari PBB ini muncul di tengah kondisi kelaparan yang melanda seluruh populasi Gaza. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan sistem kesehatan di wilayah itu berada di ambang kehancuran.

WHO menyerukan perlindungan mendesak terhadap dua rumah sakit terakhir yang masih beroperasi, yakni Kompleks Medis Nasser yang merupakan rumah sakit rujukan terpenting yang tersisa di Gaza, dan Rumah Sakit Al-Amal.

"Penghancuran rumah sakit di Gaza yang tak henti-hentinya dan sistematis telah berlangsung terlalu lama. Ini harus segera diakhiri. Pasien yang mencari perlindungan dan perawatan untuk menyelamatkan hidup mereka tidak boleh kehilangan nyawa hanya berusaha mencapai rumah sakit," kata WHO.

Para pakar PBB, pejabat medis di Gaza, serta badan amal medis, telah lama menuduh pasukan Israel secara sengaja menargetkan petugas kesehatan dan fasilitas medis di Gaza, sebagai upaya menjadikan kehidupan warga Palestina di wilayah tersebut tidak layak huni.

REPUBLIKA

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Praka Farizal Gugur Saat Salat Isya Karena Terkena Mortir Israel
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI
BKSAP DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Palestina
Perang di Timur Tengah: Seruan Keadilan dan Perdamaian dari Indonesia
BKSAP Rakor dengan Kemlu, Kepesertaan RI di BoP Jadi Sorotan
komentar
beritaTerbaru