Jumat, 23 Oktober 2026 WIB

NASA Temukan Struktur Helium di Atmosfer Matahari

Harijal - Selasa, 11 Agustus 2020 02:17 WIB
NASA Temukan Struktur Helium di Atmosfer Matahari
(Foto: ESA NASA via AFP)
Ilustrasi struktur helium di atmosfer Matahari.

JAKARTA - Roket investigasi NASA mengklaim menemukan struktur Helium pada atmosfer matahari. Helium adalah unsur paling melimpah kedua di alam semesta setelah hidrogen.

Para ilmuwan mengaku belum mengetahui berapa banyak jumlah Helium yang ada di atmosfer matahari. Mereka beralasan pengukuran Helium pada atmosfer Matahari sulit dilakukan.

Melansir SciTech Daily, Senin (10/8), peneliti mengatakan pengamatan menemukan rasio yang jauh lebih rendah dari yang diperkirakan saat mengukur rasio helium dan hidrogen dalam angin matahari saat mencapai bumi.

Baca Juga:

Para ilmuwan menduga helium yang hilang mungkin tertinggal di lapisan atmosfer terluar matahari, yang disebut korona atau mungkin di lapisan yang lebih dalam.

Peneliti mengatakan jumlah helium di atmosfer Matahari merupakan hal yang penting untuk memahami asal dan percepatan angin Matahari.

Baca Juga:

Untuk mengukur jumlah helium dan hidrogen di atmosfer, roket investigasi NASA yang bernama HERSCHEL mengambil gambar dari korona matahari. Pengamatan HERSCHEL menunjukkan bahwa helium tidak terdistribusi secara merata di sekitar korona. Daerah ekuator hampir tidak memiliki helium, sedangkan daerah di garis lintang tengah banyak.

Membandingkan dengan gambar dari ESA / NASA`s Solar and Heliospheric Observatory ( SOHO ), para ilmuwan mampu menunjukkan limpahan helium di tengah garis lintang yang tumpang tindih dengan garis medan magnet matahari.

Hal ini menunjukkan bahwa rasio helium terhadap hidrogen sangat erat kaitannya dengan medan magnet dan kecepatan angin matahari di korona.

Diberitakan Phsy, roket HERSCHEL menambah upaya untuk memahami asal-usul komponen angin matahari. HERSCHEL dari jarak jauh menyelidiki komposisi unsur wilayah tempat angin matahari dipercepat.

Pada kesimpulamn awal, peneliti menyebut Helium memberi daya pada elemen paling ringan, yakni proton hidrogen terionisasi untuk melepaskan diri dari Matahari.

Di masa depan, para ilmuwan berencana melakukan lebih banyak pengamatan untuk menjelaskan perbedaan jumlah Helium di Matahari.

Dua instrumen baru, yakni Metis dan EUI diklaim mampu melakukan pengukuran kelimpahan global yang serupa dan akan membantu memberikan informasi baru tentang rasio helium di korona matahari.

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2026-2027
Bertandang ke Kandang Persikad, PSPS Incar Enam Kemenangan Beruntun
Polda Riau Sita 2,1 Kilogram Sabu serta 284 Catridge Diduga Etomidate di Pekanbaru, Satu Tersangka Diamankan
Aroma Konflik Pengajuan HGU di Balik Kemitraan PT Oscar Investama, Hak Warga Terancam
Residivis Kasus Narkoba Diciduk Polisi di Panger, 2,14 Gram Sabu Disita
Ciptakan Lingkungan Belajar Sehat, BNN Dumai Resmikan Kemitraan P4GN di SMP Negeri 2
komentar
beritaTerbaru