UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2026-2027
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Int
TNI/Polri
JAKARTA - Roket investigasi NASA mengklaim menemukan struktur Helium pada atmosfer matahari. Helium adalah unsur paling melimpah kedua di alam semesta setelah hidrogen.
Para ilmuwan mengaku belum mengetahui berapa banyak jumlah Helium yang ada di atmosfer matahari. Mereka beralasan pengukuran Helium pada atmosfer Matahari sulit dilakukan.
Melansir SciTech Daily, Senin (10/8), peneliti mengatakan pengamatan menemukan rasio yang jauh lebih rendah dari yang diperkirakan saat mengukur rasio helium dan hidrogen dalam angin matahari saat mencapai bumi.
Baca Juga:
Para ilmuwan menduga helium yang hilang mungkin tertinggal di lapisan atmosfer terluar matahari, yang disebut korona atau mungkin di lapisan yang lebih dalam.
Peneliti mengatakan jumlah helium di atmosfer Matahari merupakan hal yang penting untuk memahami asal dan percepatan angin Matahari.
Baca Juga:
Untuk mengukur jumlah helium dan hidrogen di atmosfer, roket investigasi NASA yang bernama HERSCHEL mengambil gambar dari korona matahari. Pengamatan HERSCHEL menunjukkan bahwa helium tidak terdistribusi secara merata di sekitar korona. Daerah ekuator hampir tidak memiliki helium, sedangkan daerah di garis lintang tengah banyak.
Membandingkan dengan gambar dari ESA / NASA`s Solar and Heliospheric Observatory ( SOHO ), para ilmuwan mampu menunjukkan limpahan helium di tengah garis lintang yang tumpang tindih dengan garis medan magnet matahari.
Hal ini menunjukkan bahwa rasio helium terhadap hidrogen sangat erat kaitannya dengan medan magnet dan kecepatan angin matahari di korona.
Diberitakan Phsy, roket HERSCHEL menambah upaya untuk memahami asal-usul komponen angin matahari. HERSCHEL dari jarak jauh menyelidiki komposisi unsur wilayah tempat angin matahari dipercepat.
Pada kesimpulamn awal, peneliti menyebut Helium memberi daya pada elemen paling ringan, yakni proton hidrogen terionisasi untuk melepaskan diri dari Matahari.
Di masa depan, para ilmuwan berencana melakukan lebih banyak pengamatan untuk menjelaskan perbedaan jumlah Helium di Matahari.
Dua instrumen baru, yakni Metis dan EUI diklaim mampu melakukan pengukuran kelimpahan global yang serupa dan akan membantu memberikan informasi baru tentang rasio helium di korona matahari.
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Int
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru menghadapi ujian penting dalam upaya mempertahankan posisi puncak klasemen sementara Pegadaian Ch
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional di Pekanbaru. Seoran
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Aroma konflik merebak dari rencana pengajuan Hak Guna Usaha (HGU) oleh PT Oscar Investama, perusahaan perkebunan kel
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menangkap seorang residivis kasus narkotika berinisial I (40) serta menyit
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Dumai memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Kesehatan (Diskes) provinsi Riau mencatat total sudah ada 35.910 masyarakat Riau terpapar Infeksi Salura
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menghancurkan sebuah gubuk yang diduga menjadi lokasi tran
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Pulau Sumatera kembali meningkat dalam satu hari terakhir. Angka yang sa
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Riau Ayat Cahyadi mendorong pemerintah daerah dan ins
Parlemen