Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota DPR RI Fraksi PKB Daerah Pemilihan Riau II, H. Mafirion, meminta PT Agrinas Palma Nusantara (Persero)
Parlemen
JAKARTA - Roket investigasi NASA mengklaim menemukan struktur Helium pada atmosfer matahari. Helium adalah unsur paling melimpah kedua di alam semesta setelah hidrogen.
Para ilmuwan mengaku belum mengetahui berapa banyak jumlah Helium yang ada di atmosfer matahari. Mereka beralasan pengukuran Helium pada atmosfer Matahari sulit dilakukan.
Melansir SciTech Daily, Senin (10/8), peneliti mengatakan pengamatan menemukan rasio yang jauh lebih rendah dari yang diperkirakan saat mengukur rasio helium dan hidrogen dalam angin matahari saat mencapai bumi.
Baca Juga:
Para ilmuwan menduga helium yang hilang mungkin tertinggal di lapisan atmosfer terluar matahari, yang disebut korona atau mungkin di lapisan yang lebih dalam.
Peneliti mengatakan jumlah helium di atmosfer Matahari merupakan hal yang penting untuk memahami asal dan percepatan angin Matahari.
Baca Juga:
Untuk mengukur jumlah helium dan hidrogen di atmosfer, roket investigasi NASA yang bernama HERSCHEL mengambil gambar dari korona matahari. Pengamatan HERSCHEL menunjukkan bahwa helium tidak terdistribusi secara merata di sekitar korona. Daerah ekuator hampir tidak memiliki helium, sedangkan daerah di garis lintang tengah banyak.
Membandingkan dengan gambar dari ESA / NASA`s Solar and Heliospheric Observatory ( SOHO ), para ilmuwan mampu menunjukkan limpahan helium di tengah garis lintang yang tumpang tindih dengan garis medan magnet matahari.
Hal ini menunjukkan bahwa rasio helium terhadap hidrogen sangat erat kaitannya dengan medan magnet dan kecepatan angin matahari di korona.
Diberitakan Phsy, roket HERSCHEL menambah upaya untuk memahami asal-usul komponen angin matahari. HERSCHEL dari jarak jauh menyelidiki komposisi unsur wilayah tempat angin matahari dipercepat.
Pada kesimpulamn awal, peneliti menyebut Helium memberi daya pada elemen paling ringan, yakni proton hidrogen terionisasi untuk melepaskan diri dari Matahari.
Di masa depan, para ilmuwan berencana melakukan lebih banyak pengamatan untuk menjelaskan perbedaan jumlah Helium di Matahari.
Dua instrumen baru, yakni Metis dan EUI diklaim mampu melakukan pengukuran kelimpahan global yang serupa dan akan membantu memberikan informasi baru tentang rasio helium di korona matahari.
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota DPR RI Fraksi PKB Daerah Pemilihan Riau II, H. Mafirion, meminta PT Agrinas Palma Nusantara (Persero)
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Hayfalah Boarding School berlangsung
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan B
Pemerintahan
kabarmelayu.com, BENGKALIS Rangkaian upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar malam resepsi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pemanfaatan lahan desa oleh Sambu Group di Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mulai dipertany
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tak ada lapangan upacara, panggung atau barisan panjang pada peringatan HUT ke81 Kemerdekaan RI bagi personel M
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, sukses melaksanakan tugas mengibarkan San
TNI/Polri
kabarmelayu.com,KAMPAR Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota, sukses melaksanaka
Pendidikan
Momentum Kemerdekaan, Bupati Afni Jaga Kerukunan, Kebersamaan dan Gotong Royong
Pemerintahan