Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD kepada Siswa
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Kodim 0313/KPR melakukan sosialisasi Penerimaan Prajurit TNI AD (Angkatan Darat. Babin
TNI/Polri
JAKARTA - Tim peneliti mengklaim telah menemukan gen misterius dalam kode genetik virus corona SARS-CoV-2. Gen yang baru diidentifikasi itu disebut ORF3d.
Gen ORF3d diketahui merupakan gen yang tumpang tindih, sejenis 'gen di dalam gen' yang secara efektif tersembunyi dalam untaian nukleotida. Gen itu tumpang tindih dengan urutan kode dari gen lain.
Melansir Science Alert, gen yang tumpang tindih sulit diidentifikasi dalam sekuens genetik. Sebab, sistem pemindaian genom sering melewatkannya saat menjalankan rangkaian kode genetik.
Baca Juga:
"Dalam hal ukuran genom, SARS-CoV-2 dan kerabatnya termasuk di antara virus RNA terpanjang yang ada. Dengan demikian mereka mungkin lebih rentan terhadap 'tipu muslihat genom' daripada virus RNA lainnya," ujar ahli bioinformatika Museum Sejarah Alam Amerika, Chase Nelson.
Nelson menuturkan virus sebenarnya cukup rentan menjadi tempat bagi gen yang tumpang tindih. Sehingga, ORF3d dinilai bukan penemuan yang mengejutkan. Namun, pengabaian adanya gen yang tumpang tindih berpotensi membuat diabaikannya aspek penting biologi virus.
Baca Juga:
"Gen yang tumpang tindih mungkin menjadi salah satu cara di mana virus corona telah berevolusi untuk mereplikasi secara efisien, menggagalkan kekebalan tubuh, atau menularkan dirinya sendiri," ujarnya.
Melansir Museum Sejarah Alam Amerika, tim peneliti mengidentifikasi ORF3d, gen baru yang tumpang tindih dalam SARS-CoV-2 yang berpotensi menyandikan protein yang lebih lama dari yang diharapkan secara kebetulan saja.
Mereka menemukan bahwa gen ini juga ada dalam virus corona trenggiling yang ditemukan sebelumnya, mungkin mencerminkan kehilangan atau perolehan berulang dari gen ini selama evolusi SARS-CoV-2 dan virus terkait.
Selain itu, ORF3d telah diidentifikasi secara independen dan terbukti menimbulkan respons antibodi yang kuat pada pasien Covid-19, yang menunjukkan bahwa protein gen baru diproduksi selama infeksi pada manusia.
"Kami belum mengetahui fungsinya atau apakah ada signifikansi klinis. Tapi kami memperkirakan gen ini relatif tidak mungkin dideteksi oleh respons sel-T, berbeda dengan respons antibodi. Dan mungkin itu ada hubungannya dengan bagaimana gen itu bisa muncul," ujar Nelson.
Gen yang tumpang tindih disebut sulit dikenali dan sebagian besar program komputer ilmiah tidak dirancang untuk menemukannya. Namun, mereka umum ditemukan pada virus.
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Kodim 0313/KPR melakukan sosialisasi Penerimaan Prajurit TNI AD (Angkatan Darat. Babin
TNI/Polri
kabarmelayu.com,BOGOR Kasus dugaan penganiayaan berat berencana yang menimpa seorang warga bernama Ma&039mun bin Mar&039i di Kampung N
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Zulfadri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tuah Negeri, K
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap dugaan penyalahgunaan niaga dan penyimp
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Int
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru menghadapi ujian penting dalam upaya mempertahankan posisi puncak klasemen sementara Pegadaian Ch
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional di Pekanbaru. Seoran
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Aroma konflik merebak dari rencana pengajuan Hak Guna Usaha (HGU) oleh PT Oscar Investama, perusahaan perkebunan kel
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menangkap seorang residivis kasus narkotika berinisial I (40) serta menyit
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Dumai memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar m
Pendidikan