Diguyur Hujan Sejak Sore, Malam Ini Atmosfer Pekanbaru Kembali Biru
Warga Kota Pekanbaru malam ini merasakan udara segar setelah Kota Bertuah diguyur hujan sejak sore Sabtu (24/10/
Lingkungan
JAKARTA, kabarmelayu.com - Candi Muara Takus adalah salah satu peninggalan budaya yang penuh sejarah di Kabupaten Kampar Riau. Candi ini juga menyimpan banyak sejarah yang bisa digali dan banyak peminat wisatawan luar negeri.
Terbukti dari catatan pihak Disparekraf Riau dan pihak Imigrasi, kunjungan biksu-biksu dari Thailand, Myanmar, Singapura dan Malaysia hampir mencapai 4.000 orang perbulan. Namun ada kendala pihak Provinsi Riau untuk mengembangkan objek tersebut.
Kendalanya kata Kadisparekraf Riau Fahmizal Usman, Candi Muara Takus sendiri masuk kawasan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Bagian Tengah yang berpusat di Batu Sangkar Sumatera Barat.
Baca Juga:
"Makanya kita pihak Provinsi Riau, dalam hal ini Gubernur, sudah mengajukan surat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, agar kita bisa mendirikan BPCB sendiri. Karena repot, BPCB yang ada itu mengurus beberapa Provinsi," ujarnya saat rapat Koordinasi dengan KemenPUPR dan Kemenpar yang difasilitasi DPD RI, Kamis (15/12/2016).
Dengan kaitan hal itu, kata Fahmi, Riau sudah sangat-sangat siap mendirikan BPCB sendiri jika sudah mendapat restu dari kementerian terkait. "Jadi tadi kita sampaikan ke DPD RI, supaya ditindak lanjuti. Pada intinya, Muara Takus harus bisa dikelola dengan baik, secara ekonomi peluangnya juga besar, secara kepariwisataan juga sangat besar sekali peluangnya," tukas Fahmizal kepada wartawan.
Baca Juga:
Selain pendirian BPCB, pihaknya juga meminta dukungan khusus kepada Kementrian PUPR dan Kemenpar RI, dalam mewujudkan pengelolaan Candi tersebut. "Kalau candi itu sudah bisa dikembangkan, efeknya adalah ke destinasi disekitarnya, seperti daerah PLTA Koto Panjang, itu juga potensinya besar, lagi-lagi kita juga ada kendala dengan pihak PLN, jadi bantuan pemerintah pusat sangat-sangat kita harapkan," pintanya.
Dari hasil rapat itu kata Fahmizal, secara garis besar Pemerintah Pusat dan Daerah sudah memberikan solusi-solusi jitu untuk pembangunan wisata di Riau. "Kita bagraoundnya sudah dapat. Anggaranya sudah ada, terutama dengan insfratuktur jalan lintas Kabupaten, jadi tinggal bagaiaman kita mengambil langkah-langkah dan tentunya dengan terus mendapat dorongan dari semua pihak," tukasnya.
Dirinya juga yakin, dalam beberapa tahun ke depan, Riau sudah bisa menjadi kawasan wisata seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo. Untuk itu pihaknya sedang mengatur dan menyusun berbagai strategi untuk menciptakan brand image wisata Riau.
Selain itu pihaknya juga akan fokus menggarap destinasi-destinasi yang memang sudah terkenal seperti Candi Muara Takus, Pantai Solop, Istana Siak dan berbagai agenda iven yang sudah menjadi kalender nasional.
(gonews.com)
Warga Kota Pekanbaru malam ini merasakan udara segar setelah Kota Bertuah diguyur hujan sejak sore Sabtu (24/10/
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Di balik keberanian petugas pemadam kebakaran menerobos kobaran api demi menyelamatkan nyawa manusia, ada sosok
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru taklukkan Persikad Depok dengan akor 32 pada pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027 Grup
Sport
Polresta Pekanbaru Bersama Tokoh Masyarakat Deklarasi Bersama Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba
Hukrim
Gerebek Sarang Narkoba di Pekanbaru, Kasat Noki Incar Sabu, Senpi dan Senjata Tajam
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti Herman, S.K.M., S.Kep., M.Kes., menghadiri k
Sosial
kabarmelayu.com,JAKARTA Ketua Badan Kerja Sama AntarParlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. H. Syahrul Aidi Ma&039azat, Lc., MA, menyatakan duku
Parlemen
kabarmelayu.com,KUANSING Satuan Reserse Narkoba Polres Kuantan Singingi (Kuansing), menggagalkan dugaan peredaran narkotika jenis ganja ke
Hukrim
kabarmelayu.com, PEKANBARU Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis terus berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan men
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera, Sabtu pagi (24/10/2026) masih berada di angka tiga ribuan. Updat
Lingkungan