Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Ini Tindakan Bakamla RI Terhadap Nelayan Indonesia yang Diusir Kapal Singapura

Redaksi - Senin, 30 Desember 2024 19:03 WIB
Ini Tindakan Bakamla RI Terhadap Nelayan Indonesia yang Diusir Kapal Singapura
Humas Bakamla RI
KEPRI - Personel KN Pulau Dana-323 Bakamla RI mendatangi nelayan di Pulau Terong untuk menindaklanjuti laporan terkait insiden pengusiran nelayan Indonesia oleh Singapore Police Coast Guard (SPCG).

Insiden ini terjadi pada Selasa (24/12), ketika salah satu nelayan Indonesia jatuh ke laut akibat gelombang besar yang diduga sengaja dikondisikan oleh kapal SPCG, saat memancing ikan menggunakan speed boat di sekitar perairan Pulau Nipah, Kepulauan Riau. Minggu (29/12/2024).

Kedatangan personel Bakamla RI yang dipimpin oleh Penata Layanan Operasional Letda Bakamla Ryan Widiono, S.IP., bertujuan untuk menggali informasi langsung dari nelayan yang menjadi korban sekaligus memastikan kondisi mereka pasca kejadian.

Baca Juga:

Langkah ini dilakukan menyusul banyaknya laporan yang diterima Contact Center Bakamla RI mengenai tindakan membahayakan yang dilakukan oleh kapal SPCG.

Menurut Ketua Nelayan Pulau Terong, Pak Jemisan, insiden terjadi saat nelayan sedang memancing di wilayah yang diklaim masih termasuk perairan Indonesia tepatnya pada koordinat N 01,11,880 E 103,37,500. "Kapal SPCG menuduh kami melewati batas perairan lalu memaksa kami pergi dengan cara bermanuver hingga menciptakan gelombang besar," jelasnya.

Baca Juga:

Jemisan menambahkan bahwa salah satu rekannya, Mahade, terlempar ke laut akibat gelombang tersebut. Beruntung, Mahade berhasil diselamatkan oleh rekan-rekan nelayan lainnya.

"Harapannya agar pemerintah dapat memberikan sosialisasi terkait batas-batas perairan yang diperbolehkan untuk menangkap ikan," katanya.

Jemisan juga mengecam tindakan SPCG yang membahayakan nyawa. "Jika memang kami melanggar batas, harap ditegur dengan cara yang baik dan tidak membahayakan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Letda Bakamla Ryan Widiono mengatakan Bakamla RI berkomitmen akan memberikan penyuluhan kepada nelayan terkait batas wilayah guna mencegah terjadinya hal serupa demi kenyamanan bersama para pengguna laut.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua Adat Pulau Terong Pak Salman, perwakilan LSM setempat, serta empat personel KN Pulau Dana-323. Bakamla RI berharap kolaborasi antara nelayan, masyarakat adat, dan pihak terkait dapat terus terjalin demi keamanan dan kedaulatan perairan Indonesia.(Humas Bakamla RI)

Autentifikasi: Pranata Humas Ahli Muda Kapten Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Sabet 4 Medali di British Taekwondo International Open 2026 Manchester, Inggris
PT AIP Berikan Bantuan Untuk Lestarikan Lingkungan Bersama Nelayan
Ramadhan 1447 H, UPT SDN 011 Desa Baru Maksimalkan Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Kapal Bermuatan Sembako Karam di Perairan Bengkalis, 7 Awak Berhasil Selamat
Bakamla Jemput Empat Nelayan Indonesia di Perbatasan Laut Malaysia
Bakamla RI Selamatkan Kapal Mati Mesin Saat Cuaca Buruk di Perairan Selat Malaka
komentar
beritaTerbaru