Personel PJR Polda Riau Evakuasi Korban Laka di Tol Permai
Personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama
Peristiwa
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Ustadz kondang, H Abdul Somad Lc,MA dianugerahi gelar Datuk Sri Ulama Setia Negara oleh Majelis Penganugerahan Gelar Kehormatan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) di Gedung Balai Adat LAMR Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru, Selasa (20/2/2018).
Sejumlah tokoh adat Melayu Riau hadir dalam penabalan gelar kehormatan ustad terkenal tersebut.
Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Al Azhar mengatakan, penabalan gelar adat ini pertama yang diberikan kepada seorang ulama. Selama ini, LAM Riau hanya memberikan gelar adat bagi kelompok-kelompok birokrat yang dianggap menaruh perhatian dan berdedikasi tinggi terhadap kebudayaan Melayu dan agama Islam.
Baca Juga:
Menurut Al Azhar, UAS layak mendapat gelar kehormatan itu karena dinilai telah berperan penting dalam mensyiarkan agama Islam dan memegang teguh adat-istiadat Melayu. Bahkan UAS membawa nama baik Riau tidak hanya seantero penjuru nusantara, juga ke berbagai belahan dunia.
"Ini merupakan gelar adat pertama yang diberikan kepada seorang ulama," kata Al Azhar, di Balai Adat LAM Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Selasa (20/2/2018) pagi.
Baca Juga:
Mengawali sambutannya, Ustadz Abdul Somad menyampaikan isi hatinya yang penuh campur-aduk sejak awal duduk di dalam ruang Balai Adat LAMR tersebut yang dipenuhi ratusan undangan.
"Sebelumnya saya mohon maaf kata sambutan saya tulis agak panjang karena perasaan ini bercampur-campur. Rasanya duduk di pelaminan ini antara di sunat dengan nikah," kata ustad Abdul Somad yang disambut tawa riuh undangan yang hadir di gedung LAM Riau.
Ustad Abdul Somad kembali meminta maaf dengan panjangnya kertas yang akan dibacanya sehingga tertunda makan siang undangan yang hadir, ini juga bikin ketawa riuh ratusan undangan.
Menurut Ustadz H Abdul Somad dalam penggalan penting sambutannya ada yang menuduh paksa dirinya difitnah anti Bhinneka Tunggal Ika diusir dari Pulau Dewata, dideportasi dari Negeri China tapi hati tak merasa hina. Semua itu belum ada apa-apanya bila dibanding Nabi Besar Muhammad SAW sampai kaki terluka namun tetap berbalas doa. Sungguh tak layak masuk surga jika busuk hati terus dipelihara.
Orang Melayu 15 juta Gulden Belanda diderma untuk membela bangsa Sultan Syarif Kasim orang mulia dari Kerajaan Siak Sriindrapura.
"Berdaulat ke Jogjakarta jangan kau ajar kami tentang cinta negara, kalau bukan kerana kami punya bahasa kaupun tak dapat bertutur kata," tegas Ustad Abdul Somad.(*/har)
Personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, SE., MT, yang diwakili oleh Drs. H. Tantawi Jauhari MM, CGRE menghadir
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perombakan komposisi pemain maupun jajaran pelatih menjadi strategi yang dilakukan agar tim mampu tampil lebih
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru menerima laporan terjadinya kecelakaan kapal berupa tenggel
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyempatkan diri menjenguk Supriadi, Sekretaris PKC PMII Riau yang menjadi ko
Hukrim
kabarmelayu.com,SIAK Memasuki hari kedua kegiatan panen jagung, Polsek Kandis, Polres Siak kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung
TNI/Polri
kabarmelayu.com,ROHIL Pembangunan jembatan gantung Garuda di Bapypas Bangko Pusaka Kecamatan Bangko Pusako menuju Menggala Sakti Kecamat
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau resmi mendapatkan izin pembukaan Program Studi Doktor Hukum S3 dari Kem
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, mengecam tindakan penghadangan terhadap ulama kondang Ustadz Abd
Parlemen
kabarmelayu.com,JAKARTA Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali memboyong penghargaan bergengsi atas komitmennya dalam pengembangan eko
Pemerintahan