Selasa, 07 Juli 2026 WIB

Masyarakat Tapung Bentuk Panitia Pagelaran Adat dan Lomba Kesenian Rakyat

Harijal - Jumat, 09 Maret 2018 19:31 WIB
Masyarakat Tapung Bentuk Panitia Pagelaran Adat dan Lomba Kesenian Rakyat
raf/kabarmelayu.com
Foto Bersama masyarakat adat kenegerian Tapung usai menggelar musyawarah pembentukan panitia pagelaran adat dan seni budaya daerah.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Masyarakat Tapung yang terdiri dari beberapa lembaga dan organisasi kemasyarakatan, adat dan sosial serta budaya mengadakan musyawarah pembentukan panitia pagelaran adat kenegerian Tapung, pada Jum’at (9/3) di furaya hotel jalan Sudirman Pekanbaru.

Terlihat hadir beberapa tokoh masyarakat asal Tapung, seperti Datuk Suhaili, Ketua umum Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia (LEMTARI), Afrizal. Sag, Ketua umum Tapung Heritage, Sapaat, Ketua Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST), Sarkawi, Ketua Kesatuan Sarjana Tapung Riau (Ksatria), Amir Hamzah, Perwakilan Keluarga Besar Sungai Tapung (KBST), Husnan Arief, Ketua Yayasan SMST, dan tokoh tapung lainnya, serta beberapa masyarakat Tapung dari berbagai desa.

Dalam acara tersebut juga membahas Rancangan yang diinisiasi Sarkawi, sebagai berikut:

Baca Juga:

(1). Membentuk panitia musyawarah masyarakat adat dalam rangka revitalisasi tatanan struktur adat tapung.
(2). Membentuk Tim Inventarisir nilai-nilai adat dan budaya masyarakat tapung (kearifan lokal) sekaligus pelaksanaan seminarnya.
(3). Membentuk panitia Pagelaran seni budaya masyarakat Tapung seperti Lomba cerita rakyat Tapung (gergasi, sijimbam), Lomba bagondong (menidurkan anak), Lomba barzanji, Lomba badikiuw, Lomba seni silek tradisional.
(4) membentuk Tim penyusun kamus bahasa tapung.

Sarkawi mengatakan perlunya mengangkat budaya serta bahasa asli tapung ke publik setidaknya agar itu semua tidak hilang begitu saja seiring waktu, dan untuk itu perlu dibentuk panitia pergelaran seni budaya masyarakat Tapung, bertujuan untuk mengadakan lomba cerita rakyat Tapung, lomba begondong (menimang anak saat dibuaian), dan berbagai lomba lainnya yang berkaitan dengan tradisi tapung.

Baca Juga:

Selain itu juga harus dibentuk panitia penyusun kamus bahasa Tapung, "bahasa Tapung yang aslinya sekarang ini sudah banyak dilupakan oleh anak cucu kita, seperti kata SUDU, kata ini sudah jarang dikenal anak cucu kita apa itu SUDU?," Ujar Sarkawi.

Suhaili Husain Datuk Mudo dalam sambutannya mengharapkan adanya lembaga adat di tapung guna menerapkan adat istiadat yang ada di Tapung, hal ini didasari semakin memudarnya adat istiadat yang selama ini kurang berjalan sebagaimana mestinya.

"Di dunia ini ada tiga hukum yang mengatur manusia, diantaranya yaitu hukum pemerintah yang mengatur masyarakat atau rakyatnya, hukum agama yang mengatur umat beragama, dan hukum adat yang mengatur masyarakat adatnya, namun banyak yang lebih mengenal budaya daripada adat, sehingga hukum adat mulai hilang dan susah diterapkan, sedangkan kita tau budaya tidak bisa membendung masuknya budaya lain, berbeda dengan adat yang tidak boleh dicampur adukkan dengan adat lainnya," papar Suhaili.

Selain itu Suhaili Husein Datuk Mudo juga menginginkan adanya jalan yang diberi nama Tapung di kota Pekanbaru, seperti halnya jalan Kampar dan sebagainya.

Pada kesempatan itu Amir juga menyampaikan harapannya untuk memberi nama Rumah Sakit Umum Bangkinang dengan nama Rumah Sakit Dr. Mansur Ilyas Arsyad, yang merupakan dokter pertama di Bangkinang asal Tapung, hal ini pun mendapat sambutan positif dari Datuk Suhaili, dan Datuk Suhaili bersedia untuk mengajukan permohonan kepada Pemda Kampar dan instansi terkait lainnya.(Raf)

SHARE:
beritaTerkait
Personel PJR Polda Riau Evakuasi Korban Laka di Tol Permai
Bupati Inhil Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
PSPS Pekanbaru Lakukan Perombakan Besar Jelang Musim 2026-2027
Pompong Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Buton, Tiga Penumpang Masih Hilang
Kapolda Riau Jenguk Korban Pengeroyokan, Tegaskan Kasus Diusut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Polsek Kandis Sukseskan Panen Jagung di Kampung Sam-Sam
komentar
beritaTerbaru