Selasa, 25 Agustus 2026 WIB

Budidayakan Pepaya, Petani Kuansing Raup Keuntungan Rp.6 juta Sepekan

Harijal - Jumat, 01 Oktober 2021 12:11 WIB
Budidayakan Pepaya, Petani Kuansing Raup Keuntungan Rp.6 juta Sepekan
ilustrasi

PEKANBARU - Memanfaatkan lahan tidur seluas 2 hektar dua orang petani di Desa Sumber Datar, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuansing, Riau, justru meraup untung cukup menggiurkan. Dalam sepekan mereka bisa meraup untung hingga Rp.6 juta.

Lahan dimanfaatkan Yongki dan Toyib untuk membudidayakan pepaya madu. Kini dalam sepekan kebun itu bisa menghasilkan 2 ton pepaya madu.

"Jenis pepaya madu yang dikembangkan adalah pepaya madu California. Alhamdulillah sekarang sudah menghasilkan," terang Camat Singingi, Delprides, Kamis (30/09).

Baca Juga:

Delpri mengatakan langkah kedua petani itu bisa menjadi contoh yang bagus bagi para petani lain bahkan juga bisa memperbaiki perekonomian akibat terdampak COVID-19. Malah kata Delpri potensi bisnisnya juga cukup tinggi.

Bagaimana tidak, pepaya itu dibeli seharga Rp.3000/kg. Bahkan pangsa pasarnya juga cukup terbuka luas.

Baca Juga:

"Selain memenuhi kebutuhan lokal, hasil panen itu mereka jual sampai Jakarta dan Medan. Ada pengepul dari sini," tuturnya.

"Jadi pembeli datang menjemput langsung ke kebun. Mereka juga mengemas sendiri. Jadi sangat terbantu. Mudah-mudahannini bisa jadi motivasi petani lain dan meningkatkan perekonomian warga kecamatan Singingi," tandasnya. (MCR)

SHARE:
beritaTerkait
Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Keluhkan Jalan Poros Dusun 4 Portal Kecamatan XIII Koto Kampar yang Rusak Parah
Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing
Luruskan Informasi, Pengawas dan Tim Ahli Koperasi JMB Tegaskan Pertemuan di Kantor Camat Adalah Rapat Koordinasi
Siak Zero Firespot, Bupati Afni Kerahkan Forkopimda hingga PKK Cegah Karhutla
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Serahkan Reflector Jalan untuk Tingkatkan Keselamatan Pengendara di Desa Senama Nenek
komentar
beritaTerbaru