Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Walikota Pekanbaru dinilai tak serius dalam menertibkan keberadaan pasar ilegal dan pasar kaget yang kian marak di Pekanbaru. Bahkan Pemko Pekanbaruseperti membiarkan para pedagang di pasar tradisional mati secara perlahan.
Ketua I Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesi (APPSI) Kota Pekanbaru, Indra Yudha, Kamis (16/1) menyampaikan, kian sepinya kondisi pasar-pasar tradisional di Pekanbaru belakangan ini disebabkan semakin banyaknya pasar-pasar kaget. Disayangkan, Pemko Pekanbaru seperti tak peduli dengan nasib pasar tradisional yang kian terpuruk. Bahkan, DPRD Kota Pekanbaru pun tak bisa berbuat banyak.
Saat ini pasar tradisional yang telah dimoderenkan oleh Pemko, kehilangan fungsi sebagai tempat jual beli. Kehadiran pasar kaget yang dekat dengan pemukiman masyarakat, otomatis menjadi pilihan warga untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga:
"Kita sangat berharap Pemko Pekanbaru dan pemegang kebijakan serius untuk menertibkan pasar kaget dan mengembalikan fungsi pasar tradisional sebagai tempat jual beli masyarakat. Matinya pasar tradisional ini terjadi di semua pasar yang ada di Pekanbaru," kata Indra.
Anehnya, kondisi seperti ini hanya terjadi di Kota Pekanbaru saja. Berbeda dengan daerah-daerah lain yang tak ada pasar kaget, minat warga mengunjungi pasar-pasar tradisional tetap ramai seperti biasa.
Baca Juga:
APPSI Pekanbaru menyadari bahwa pedagang pasar kaget umumnya juga merupakan pedagang dari pasar-pasar tradisional. Mereka mau tak mau harus jemput bola dengan membawa dagangan ke pasar kaget, karena warga yang memang ingin dekat, praktis dan tak repot.
Pada dasarnya, pasar kaget tidak memberikan kontribusi apapun bagi pemerintah, seperti pungutan retribusi dan sebagainya. "Justru yang diuntungkan adalah oknum-oknum pengelolanya. Sementara pasar tradisional yang jelas-jelas berkontribusi seperti sengaja dimatikan. Ini tentu menjadi tanda tanya bagi kita, ada apa dengan Pemko dan Walikota," tambah Indra lagi.
APPSI Pekanbaru mewakili para pedagang sebenarnya telah beberapa kali mengadukan masalah ini DPRD Pekanbaru. Bahkan setelah beberapa kali hearing, hingga detik ini tetap tak ada solusi jelas. Nasib pasar tradisional semakin menyedihkan. para pedagang menunggu ajal.
Pernah ada anggota DPD RI yang melakukan kunjungan dinas ke pasar tradisional, etapi hanya mendengarkan keluhan pedagang saja. Hingga saat ini juga tak pernah ada solusi.
Sebut saja Pasar Sail di Jalan Hangtuah, merupakan salah satu pasar tradisional di PekanbaruĀ yang kondisinya cukup menyedihkan. Saat ini lebih dari 60 persen kios dan los ditinggal oleh pedagang. Seperti 25 los untuk pedagang ikan dan daging, saat ini yang terisi hanya 6 saja. Selebihnya sudah ditinggal pedagang.
Lebih miris lagi dengan keadaan pasar Rumbai, di mana pada lantai dua saat ini telah kosong tak ada aktifitas jual beli.(Andi)
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejumlah kios di Pasar Higienis, Jalan Teratai, Kota Pekanbaru, yang selama ini terbengkalai, dimanfaatkan oknum
Pemerintahan
ISPU Memburuk, Sekolah di Sejumlah Wilayah Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHUL Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke27, Persatuan Wartawan Indonesia (P
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Program Pemantapan Nilainilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI diikuti oleh Kalangan Birokrat, Akademis
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Beredarnya Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada Kepala Satuan Pendidikan Negeri dan Swasta SMA, SMK, SLB Sede
Pendidikan
Polda Riau Berikan Layanan Kesehatan Gratis dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Karhutla di Kerumutan
Lingkungan