Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
JAKARTA - Ada suasana berbeda di Luar Batang, Jakarta Utara, Rabu (17/8) pagi. Perayaan ke-71 Kemerdekaan RI diliputi keharuan warga Luar Batang yang mengikuti upacara tersebut.
Adalah Siti Khodijah, bocah korban penggusuran Luar Batang, yang mengawali keharuan upacara kemerdekaan tersebut. Sekitar seratus warga korban penggusuran Luar Batang mengikuti dengan khidmat upacara kemerdekaan yang digelar Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Republika itu. Republika menggandeng Dompet Dhuafa dalam gerakan Literasi Umat.
"Awalnya saya mau membuat puisi tentang penggusuran, tapi ya tentang pemimpin sajalah. Kita kan butuh sekolah, tapi karena penggusuran ini saya dan teman-teman tidak bisa lagi sekolah," kata Ijah, panggilan akrab Siti Khodijah, murid SD PKBM Negeri 17, Penjaringan, Jakarta Utara, menjelaskan kepada Republika.co,id, Rabu (17/8).
Baca Juga:
Ijah mengawali dengan membaca judul puisinya `Merindukan Pemimpin yang Merakyat`. Gadis kelas 6 yang berjilbab ini beberapa kali tersengal menahan haru saat membacakan puisinya yang merupakan rangkaian dari upacara 17-an.
Peserta upacara yang terdiri dari bapak-bapak, ibu, dan anak-anak tersebut pun terbawa suasana keharuan. Tampak air mata mengalir di pipi mereka yang memang sudah keriput termakan zaman dan kerasnya kehidupan.
Baca Juga:
Ini isi lengkap puisi Siti Khodijah, anak warga korban penggusuran di Luar Batang.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Merindukan Pemimpin yang Merakyat
Inilah wajah Indonesia yang ku cinta ....
Inilah Indonesiaku yang ku banggakan ....
Kami rindu Indonesia dan pemimpin yang menghargai dan menghormati jasa-jasa perjuangan orang tua dan kakek kami...
Bangsa ini....tak akan hebat tanpa jasa-jasa mereka....
Kami rindu pemimpin yang mencintai pejuang-pejuang bangsa ini....
Kami rindu pemimpin rakyat kecil seperti kami....
Kami rindu pemimpin yang tidak selalu menindas rakyat kecil
Biarkan kami hidup dengan tenang....
Tanpa penindasan, kekerasan dan ketakutan....
Tolonglah mengerti kami....
Kami tidak ingin putus sekolah, kehilangan tempat tinggal dan hidup tidak layak....
Kami tidak ingin masa depan kami berhenti begitu saja....
Jadikanlah kami penerus bangsa yang akan membawa nama baik negara Indonesia.....
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejumlah kios di Pasar Higienis, Jalan Teratai, Kota Pekanbaru, yang selama ini terbengkalai, dimanfaatkan oknum
Pemerintahan
ISPU Memburuk, Sekolah di Sejumlah Wilayah Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHUL Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke27, Persatuan Wartawan Indonesia (P
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Program Pemantapan Nilainilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI diikuti oleh Kalangan Birokrat, Akademis
Pemerintahan