Dugaan Perusakan Kawasan Hutan, PT. Musim Mas Tersangka
kabarmelayu.com,PEKANBARU Komitmen Polda Riau dalam menumpas mafia lingkungan, tak mainmain. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskr
Hukrim
JAKARTA - Ada suasana berbeda di Luar Batang, Jakarta Utara, Rabu (17/8) pagi. Perayaan ke-71 Kemerdekaan RI diliputi keharuan warga Luar Batang yang mengikuti upacara tersebut.
Adalah Siti Khodijah, bocah korban penggusuran Luar Batang, yang mengawali keharuan upacara kemerdekaan tersebut. Sekitar seratus warga korban penggusuran Luar Batang mengikuti dengan khidmat upacara kemerdekaan yang digelar Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Republika itu. Republika menggandeng Dompet Dhuafa dalam gerakan Literasi Umat.
"Awalnya saya mau membuat puisi tentang penggusuran, tapi ya tentang pemimpin sajalah. Kita kan butuh sekolah, tapi karena penggusuran ini saya dan teman-teman tidak bisa lagi sekolah," kata Ijah, panggilan akrab Siti Khodijah, murid SD PKBM Negeri 17, Penjaringan, Jakarta Utara, menjelaskan kepada Republika.co,id, Rabu (17/8).
Baca Juga:
Ijah mengawali dengan membaca judul puisinya `Merindukan Pemimpin yang Merakyat`. Gadis kelas 6 yang berjilbab ini beberapa kali tersengal menahan haru saat membacakan puisinya yang merupakan rangkaian dari upacara 17-an.
Peserta upacara yang terdiri dari bapak-bapak, ibu, dan anak-anak tersebut pun terbawa suasana keharuan. Tampak air mata mengalir di pipi mereka yang memang sudah keriput termakan zaman dan kerasnya kehidupan.
Baca Juga:
Ini isi lengkap puisi Siti Khodijah, anak warga korban penggusuran di Luar Batang.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Merindukan Pemimpin yang Merakyat
Inilah wajah Indonesia yang ku cinta ....
Inilah Indonesiaku yang ku banggakan ....
Kami rindu Indonesia dan pemimpin yang menghargai dan menghormati jasa-jasa perjuangan orang tua dan kakek kami...
Bangsa ini....tak akan hebat tanpa jasa-jasa mereka....
Kami rindu pemimpin yang mencintai pejuang-pejuang bangsa ini....
Kami rindu pemimpin rakyat kecil seperti kami....
Kami rindu pemimpin yang tidak selalu menindas rakyat kecil
Biarkan kami hidup dengan tenang....
Tanpa penindasan, kekerasan dan ketakutan....
Tolonglah mengerti kami....
Kami tidak ingin putus sekolah, kehilangan tempat tinggal dan hidup tidak layak....
Kami tidak ingin masa depan kami berhenti begitu saja....
Jadikanlah kami penerus bangsa yang akan membawa nama baik negara Indonesia.....
kabarmelayu.com,PEKANBARU Komitmen Polda Riau dalam menumpas mafia lingkungan, tak mainmain. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskr
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Tanah Ulayat dan Pemanfaatan
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus melakukan penertiban terhadap pengatu
Pemerintahan
kabarmelayu.com,BENGKALIS Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis menggelar inspeksi mendadak (sidak) pengecekan urine bag
Hukrim
Polsek Kandis Tebar Kepedulian Lingkungan, Pengantin Baru Terima Kado Bibit Pohon Ketapang
TNI/Polri
Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan yang Dilakukan Korporasi Sawit
Hukrim
Wakil Bupati Siak Kembali Bagikan Seragam Sekolah Gratis, Perkuat Layanan Pendidikan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Pemerintah menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 1
Muslim
Polsek Kandis Intensifkan Patroli Malam, Cek Pos Siskamling dan Kesiapsiagaan Warga
TNI/Polri
Bupati Siak Sampaikan Tahniah pada Khataman, Perpisahan, dan Harlah ke15 Pondok Pesantren Miftahul Qur&rsquoan
Pemerintahan