Sisir Sarang Narkoba di Pekanbaru, Polisi Amankan Tiga Pria Positif Metamfetamin
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru bersama Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Pol
Hukrim
BARU-baru ini seorang turis asal Singapura diserang oleh Komodo di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Turis tersebut digigit oleh komodo dan mengalami luka yang cukup parah.
Komodo merupakan kadal purba terbesar di dunia yang hanya hidup di Indonesia, atau tepatnya sekitar NTT. Komodo termasuk hewan karnivora dengan memakan hampir semua yang mereka temui, seperti rusa, babi, kerbau, bahkan manusia.
Meskipun membahayakan dan dapat membunuh manusia, kasus tersebut jarang terjadi. Hanya ada 5 serangan mematikan dari komodo terhadap manusia yang dilaporkan sejak 1974. Insiden terakhir menimpa turis Singapura yang diketahui bernama Lon Lee Alle.
Seperti dikutip dari The Sun, diketahui turis berusia 50 tahun tersebut menolak menyewa pemandu wisata dan mengabaikan peringatan dari penduduk setempat. Lalu, Lon Lee Alle berkelana sendirian ke daerah terpencil untuk menyaksikan binatang buas ini melahap kambing dan babi di wilayah Manggarai Barat.
Baca Juga:
Lon Lee Alle yang sedang asyik memotret tidak menyadari kehadiran komodo lain. Saat itulah komodo yang diperkirakan sepanjang 2,4 meter menerkam, menjepit rahangnya ke kaki turis tersebut.
Lalu, seberapa berbahayanya komodo?
Baca Juga:
Komodo memiliki ekor berotot, kepala yang panjang dan moncong bulat, kaki membungkuk. Selain itu, hewan reptil ini memiliki cakar yang tajam dan gigi seperti hiu yang mereka gunakan untuk melahap mangsa.
Tapi, yang paling berbahaya, komodo membunuh mangsanya pada perburuan dengan menggunakan lebih dari 50 strain bakteri dalam air liur. Air liur komodo akan meracuni buruan, menyebabkan kematian dalam waktu 24 jam.
Darah komodo jadi antibiotik baru?
Namun, kadal raksasa ini seperti tidak terpengaruh atau kebal terhadap bakteri tersebut. Berangkat dari hal tersebut, ilmuwan berpikir darah naga bisa menawarkan pengobatan baru untuk luka yang terinfeksi. Para ilmuwan di George Mason University Amerika Serikat menciptakan senyawa sintetis berdasarkan molekul darah komodo yang memiliki aktivitas antimikroba.
Mereka menemukannya mempromosikan penyembuhan luka yang terinfeksi pada tikus percobaan. Para ilmuwan percaya ini bisa menjadi langkah maju dalam upaya untuk menemukan antibiotik baru yang diperlukan melawan patogen resisten.
(hel/okezone)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru bersama Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Pol
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 11 Pohon tumbang ketika hujan deras disertai petir dan angin kencang melanda Kota Pekanbaru Kamis (15/1
Peristiwa
AKP Noki Pimpin Tim Gabungan Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Pekanbaru
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI Memastikan tanaman pangan tumbuh dengan baik menjadi salah satu langkah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Sosial
kabarmelayu.com,KAMPAR Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala dan Leher (PERHATIBKL) Provinsi Riau dan pusa
Kesehatan
Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas, Seorang Pria di Teluk Meranti Diringkus Polisi
Hukrim
Babinsa 032105/ RM Dampingi Petani Perawatan Jagung Di Bangko Sempurna
TNI/Polri
Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat Pimpin Sertijab Dirlantas dan Kapolresta Pekanbaru
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak enam pria diamankan tim gabungan hasil Operasi Sarang Narkoba (OSN) di kawasan Jalan Pangeran Hidayat
Hukrim
Bupati Afni Masuk 15 Kepala Daerah Penerima Penghargaan BAZNAS RI 2026
Pemerintahan