Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
SEBAGAI seorang nabi sekaligus pemimpin umat Islam, Nabi Muhammad SAW tentu memiliki kesibukan untuk menyebarkan ajaran Islam dan menjalin hubungan dengan para sahabat. Namun di balik kesibukannya itu, beliau ternyata tidak pernah lupa untuk memperhatikan istri-istrinya.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Nabi Muhammad SAW selalu menunjukkan sikap romantis yang kemudian ditiru oleh para sahabat. Berikut Okezone rangkumkan 3 kisah romantis Rasulullah bersama istrinya, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (20/11/2018).
Lomba lari dengan Aisyah
Baca Juga:
Sebuah kisah menyebutkan, semasa hidupnya Rasulullah pernah mengajak Aisyah untuk berlomba lari ketika mereka sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat. Kala itu, Aisyah berlari dengan gesit karena tubuhnya masih terbilang langsing dan ideal. Ia bahkan berhasil mengalahkan Rasulullah.
Pada perjalanan selanjutnya, Rasulullah kembali mengajak Aisyah untuk berlomba lari. Namun kali ini, ia berhasil mengalahkan sang istri mengingat kondisi tubuh sang istri tidak selangsing dahulu kala. Setelah berhasil menang, beliau berkata, “Wahai Aisyah, ini adalah balasan atas kekalahanku yang terdahulu,”. Itulah sikap romantisme Rasulullah kepada sang istri tercinta.
Meluangkan waktu bersama istrinya
Baca Juga:
Suatu hari, Aisyah terlihat sedang memperhatikan sahabat Rasulullah yang sedang berlatih pedang di dalam masjid. Rasulullah kemudian bertanya kepada istrinya, “Wahai khumaira, apakah engkau ingin melihat mereka berlatih?,” Aisyah menjawab “iya”.
Mendengarkan kata-kata tersebut, Rasulullah lalu berdiri di depan pintu diikuti oleh Aisyah. Dengan romantisnya, Aisyah meletakkan dagu di pundak Rasulullah dan menyandarkan wajahnya di pipi Rasulullah. Tak selang berapa lama kemudian, Rasulullah berkata, “sudah cukup” Aisyah menjawab, “Wahai Rasulullah, jangan terburu-buru”. Rasulullah lalu kembali menemani sang istri tercinta.
Momen seperti ini terus terulang, hingga akhirnya Aisyah yang meminta Rasulullah untuk beranjak dari tempat mereka. Selidik punya selidik, sebetulnya Aisyah tidak benar-benar ingin melihat para sahabat berlatih. Ia justru ingin menghabiskan waktu di sisi Rasulullah.
Menjadikan lutut sebagai tumpuan untuk menaiki unta
Suatu waktu ketika perang telah berakhir, Nabi Muhammad SAW mendengar sebuah kabar tentang kecantikan seorang janda bernama Shafiah binti Huyai.
Diketahui bahwa suaminya meninggal saat usia pernikahan mereka masih terbilang dini. Rasulullah kemudian memutuskan untuk memperistri Shafiah. Saat perjalanan pulang menuju Madinah, Anas bin Malik berkata, “Aku melihat Nabi SAW duduk di dekat untuk lalu meletakkan lututnya sehingga Shafiah bisa menginjakan kakinya di atas lutut beliau untuk menaiki unta,”.
(okezone.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejumlah kios di Pasar Higienis, Jalan Teratai, Kota Pekanbaru, yang selama ini terbengkalai, dimanfaatkan oknum
Pemerintahan
ISPU Memburuk, Sekolah di Sejumlah Wilayah Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHUL Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke27, Persatuan Wartawan Indonesia (P
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Program Pemantapan Nilainilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI diikuti oleh Kalangan Birokrat, Akademis
Pemerintahan