Cek Di Sini! Pendaftaran Seleksi Komisaris dan Direksi BRK Syariah Diperpanjang Hingga 3 Juli
kabarmelayu.com,PEKANBARU masa pendaftaran administrasi lowongan jabatan Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Riau Kepri (BRK) Syariah, d
Pemerintahan
SEBAGAI seorang nabi sekaligus pemimpin umat Islam, Nabi Muhammad SAW tentu memiliki kesibukan untuk menyebarkan ajaran Islam dan menjalin hubungan dengan para sahabat. Namun di balik kesibukannya itu, beliau ternyata tidak pernah lupa untuk memperhatikan istri-istrinya.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Nabi Muhammad SAW selalu menunjukkan sikap romantis yang kemudian ditiru oleh para sahabat. Berikut Okezone rangkumkan 3 kisah romantis Rasulullah bersama istrinya, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (20/11/2018).
Lomba lari dengan Aisyah
Baca Juga:
Sebuah kisah menyebutkan, semasa hidupnya Rasulullah pernah mengajak Aisyah untuk berlomba lari ketika mereka sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat. Kala itu, Aisyah berlari dengan gesit karena tubuhnya masih terbilang langsing dan ideal. Ia bahkan berhasil mengalahkan Rasulullah.
Pada perjalanan selanjutnya, Rasulullah kembali mengajak Aisyah untuk berlomba lari. Namun kali ini, ia berhasil mengalahkan sang istri mengingat kondisi tubuh sang istri tidak selangsing dahulu kala. Setelah berhasil menang, beliau berkata, “Wahai Aisyah, ini adalah balasan atas kekalahanku yang terdahulu,”. Itulah sikap romantisme Rasulullah kepada sang istri tercinta.
Meluangkan waktu bersama istrinya
Baca Juga:
Suatu hari, Aisyah terlihat sedang memperhatikan sahabat Rasulullah yang sedang berlatih pedang di dalam masjid. Rasulullah kemudian bertanya kepada istrinya, “Wahai khumaira, apakah engkau ingin melihat mereka berlatih?,” Aisyah menjawab “iya”.
Mendengarkan kata-kata tersebut, Rasulullah lalu berdiri di depan pintu diikuti oleh Aisyah. Dengan romantisnya, Aisyah meletakkan dagu di pundak Rasulullah dan menyandarkan wajahnya di pipi Rasulullah. Tak selang berapa lama kemudian, Rasulullah berkata, “sudah cukup” Aisyah menjawab, “Wahai Rasulullah, jangan terburu-buru”. Rasulullah lalu kembali menemani sang istri tercinta.
Momen seperti ini terus terulang, hingga akhirnya Aisyah yang meminta Rasulullah untuk beranjak dari tempat mereka. Selidik punya selidik, sebetulnya Aisyah tidak benar-benar ingin melihat para sahabat berlatih. Ia justru ingin menghabiskan waktu di sisi Rasulullah.
Menjadikan lutut sebagai tumpuan untuk menaiki unta
Suatu waktu ketika perang telah berakhir, Nabi Muhammad SAW mendengar sebuah kabar tentang kecantikan seorang janda bernama Shafiah binti Huyai.
Diketahui bahwa suaminya meninggal saat usia pernikahan mereka masih terbilang dini. Rasulullah kemudian memutuskan untuk memperistri Shafiah. Saat perjalanan pulang menuju Madinah, Anas bin Malik berkata, “Aku melihat Nabi SAW duduk di dekat untuk lalu meletakkan lututnya sehingga Shafiah bisa menginjakan kakinya di atas lutut beliau untuk menaiki unta,”.
(okezone.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU masa pendaftaran administrasi lowongan jabatan Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Riau Kepri (BRK) Syariah, d
Pemerintahan
Tingkatkan Produksi dan Perluasan Lahan Jagung di Kandis, Langkah Nyata SDM Polda Riau Dukung Program Nasional
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Kepala UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota, Dr. Dasril Amali, MH secara resmi menutup kegiatan class meeting siswa tah
Pendidikan
Dijual Per Unit, Bea Cukai Bengkalis Lelang 22 Piano Sitaan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menorehkan prestasiluar biasa dalam hal pengelolaan keuangan daerah. Pemkab
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho, mengajak masyarakat untuk menyukseskan sensus ekonomi tahun 2026 yang
Pemerintahan
kabarmelayu.com,BENGKALIS Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis mengungkap kasus besar kebakaran hutan dan lahan (karhutla
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj. Katerina Susanti, SKM, M. Kes., mengikuti kegiatan Layanan Gelar
Pemerintahan
IRONI penegakan hukum di Indonesia kembali menorehkan catatan hitam yang amat kelam. Larshen Yunus, seorang aktivis vokal yang menjabat seba
Opini
Bengkalis Kembali Raih Opini WTP, Torehkan Prestasi 13 Kali Berturutturut
Pemerintahan