Sabtu, 02 Mei 2026 WIB

Polda Riau Turun ke Kuansing, Ratusan Juta dan Emas Ilegal Hasil PETI Disita

Redaksi - Kamis, 27 Februari 2025 14:43 WIB
Polda Riau Turun ke Kuansing, Ratusan Juta dan Emas Ilegal Hasil PETI Disita
Barang bukti kegiatan PETI yang disita petugas.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berhasil mengungkap kasus pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).Dalam operasi yang digelar pada Rabu (26/2/2025) dini hari, tim mengamankan empat tersangka beserta barang bukti emas ilegal, uang tunai ratusan juta rupiah dan peralatan pengolahan emas.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya aktivitas penampungan emas ilegal di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Simpang Tiga, Kota Teluk Kuantan, Kuansing.

"Tim penyidik Subdit IV Ditreskrimsus langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tujuh orang di lokasi. Setelah gelar perkara, empat orang ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kombes Ade, Kamis (27/2/2025).

Keempat tersangka yang ditangkap memiliki peran berbeda dalam aktivitas PETI ini. Mereka antara lain Syamsul Bahri alias Ca'un sebagai pemilik usaha pembakaran emas. Alfino Dinata alias Fino sebagai Kasir usaha pembakaran emas.

Baca Juga:

Selanjutnya, Nanang Ashari dan Zainal Mustakim keduanya merupakan pendulang emas.

"Ada juga tiga orang yang sebelumnya kita amankan, namun dari hasil gelar perkara ketiganya ditetapkan berstatus sebagai saksi," jelas Ade.

Baca Juga:

Dalam penggerebekan yang dilakukan di dua rumah berbeda, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya emas pentolan seberat 254,48 gram.

Turut juga di situ, uang tunai Rp 212.522.000 dan peralatan pembakaran emas, termasuk tabung oksigen, timbangan digital, regulator gas, dan tembikar serta buku catatan transaksi.

Kombes Ade menegaskan, para tersangka dijerat dengan Pasal 158 dan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Mereka terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda hingga Rp 100 miliar.

"Kami akan terus menindak tegas aktivitas pertambangan ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan negara," tegas Kombes Ade.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lagi, 150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia
Polisi Amankan 29 Korban TPPO Berbayar Belasan Juta di Dumai
Sampah dari Luar Dibuang ke Pekanbaru, Tiga Pikap Diamankan
Pembuang Sampah Liar di Pekanbaru DItangkap, 8 Kendaraan Diamankan
Polisi Bongkar Penimbunan Solar Subsidi di Kuansing, Disalurkan ke Tambang Ilegal
Panglima TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Penertiban Lahan Tambang di Kalteng
komentar
beritaTerbaru