Budaya Melayu Riau Harus Terus Hidup dan Berkembang
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kekayaan budaya merupakan identitas daerah yang memiliki peran dalam membentuk jati diri masyarakat. Pelestarian
Budaya
Saat bersilaturahmi dengan jajaran Disperindagkop UMKM, hadir Kabid Perindustrian Abdillah, Kabid Koperasi dan UKM Astro Sari, Kabid Perdagangan Andisa Martias, Kepala UPT IPOK Raja H. Dewi dan Kabid Pengawasan Industri Ahyu Suhendra, Kepala UPT Logam Ahmad Fauzan Rasidi, UPT Pengujian Mutu Nuri Febrina, Kepala PLUT khusus UMKM Trisiana Anum Sari.
Rapat yang dimoderatori oleh Kabid Perindustrian Abdillah mengapresiasi kehadiran Hendry Munief untuk melakukan sinkronisasi dan koordinasi usulan dari provinsi Riau yang akan diusulkan ke kementerian mitra Komisi VII DPR RI. Abdillah menyebut agenda ini makin memperkuat dan menyelaraskan dengan pihak kementerian.
Baca Juga:
"Alhamdulillah kehadiran bapak Hendry Munief memudahkan kita dalam menyusun program apa saja yang akan kita usulkan. Banyak informasi yang beliau sampaikan sangat penting bagi kami di daerah. Sehingga apa yang kita telah diselaraskan dengan kebijakan-kebijakan nasional melalui arahan beliau. Dan tentu apa yang kita sepakati hari ini akan beliau bantu perjuangkan di Senayan nantinya" kata Abdillah.
Dalam kegiatan tersebut, terjadi sejumlah diskusi baik apa yang diusulkan atau bagaiman kondisi sektor perindustrian, dan UMKM di provinsi Riau saat ini.
Seperti yang disampaikan oleh Kabid Pengawasan Industri Ahyu Suhendra yang menyoroti komitmen Pelaku industri dalam menyediakan kuota minyakita untuk provinsi Riau yang tidak sesuai harapan. Beliau mengharapkan agar bapak Hendry Munief beserta anggota Komisi VII lainnya mengawasi dan mengkomunikasikan dengan Kementerian Perindustrian.
Baca Juga:
Sementara itu Kepala PLUT UMKM Provinsi Riau Trisiana Anum Sari menyampaikan kondisi performa PLUT UMKM se-provinsi Riau yang semakin menurun. Hal disebabkan oleh beberapa kebijakan peletakan pendamping UMKM yang telah diangkat menjadi PPPK tidak sesuai Anjab awal.
"Akibatnya saat ini praktis lembaga PLUT UMKM kita tidak berjalan dengan baik. Kemudian terkait usulan bapak Hendry Munief untuk mendirikan beberapa PLUT UMKM sangat bagus sehingga peran PLUT UMKM memperkuat pembinaan kepada para pelaku UMKM Riau." terang Trisiana.
Menanggapi pernyataandari pada Kabid di Disperindagkop UMKM Riau ini, Hendry Munief mendapatkan informasi terbaru bagaimana kondisi sektor industri dan UMKM di Riau saat ini.
"Hasil diskusi tadi saya sudah mengidentifikasi kebutuhan sektor perindustrian dan UMKM di Riau. Kita juga sudah meminta agar dinas untuk menyusun usulan tersebut yang jadi pegangan dan usulan kita ke mitra kementerian komisi VII nantinya" terang Hendry Munief usai acara.
Komitmen Kembangkan sektor pariwisata
Usai menyambangi Disperindagkop UMKM Provinsi Riau, Hendry Munief melanjutkan pertemuan dengan dengan Dinas Pariwisata dan ekonomi kreatif provinsi Riau. Hendry Munief disambut langsung oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Riau Bapak Ade Yudistira, SH., M.Si.
Dalam pertemuan itu, Ade mengawali diskusi dengan menjelaskan kondisi pariwisata Riau saat ini. Dia menjelaskan bahwa evaluasi tahun 2025, Kunjungan wisata Nusantara mencapai 12.574.110 orang. Kunjungan wisata mancanegara mencapai 284.973 orang. Lama tinggal wisatawan mancanegara 2,41 hari. Lama tinggal wisatawan Nusantara 1,32 hari
"Sementara itu target Kinerja Dinas Pariwisata 2027 Kunjungan Wisman 301.361 Kunjungan Wisnus 9.421.769. Lama tinggal wisatawan mancanegara 2,76 Hari. Lama tinggal wisatawan Nusantara 1,17 Hari. Untuk itu kita berharap dukungan dan kolaborasi dengan bapak Hendry Munief." terang Ade Yudistira.
Dia juga menerangkan permasalahan yang dihadapi oleh dinas pariwisata saat ini yaitu tentang Infrastruktur Pariwisata yang masih memiliki keterbatasan akses menuju destinasi. Kemudian Sarana dan prasarana pendukung. Dia juga menyebut adanya keterbatasan Pendanaan akibat fiskal daerah yang tidak besar, Perlunya dukungan pendanaan pusat dan perlunya penguatan kapasitas SDM.
"Kita berharap adanya dukungan dari dana APBN agar dapat melaksanakan kerja sektor pariwisata dan merealisasikan target yang telah ditetapkan." terang Ade lagi.
Usai melaksanakan kunjungan, Hendry Munief menyampaikan bahwa banyak potensi industri, UMKM, Ekraf dan pariwisata Riau yang butuh dukungan dari pemerintah pusat. Namun selama ini baik di daerah atau nasional selalu mengalami keterbatasan anggaran.
"Ini juga jadi pembahasan kita di Komisi VII bagaimana mendorong pengembangan industri, UMKM, pariwisata dan Ekraf lokal. Usulan-usulan dari Dinas ini akan kita teruskan ke mitra hingga dibahas di rapat Komisi hingga Banggar DPR RI. Kita kawal secara maksimal sehingga harapan masyarakat dapat kita kabulkan. Untuk itu, mohon doa kita bersama." terang Hendry Munief.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kekayaan budaya merupakan identitas daerah yang memiliki peran dalam membentuk jati diri masyarakat. Pelestarian
Budaya
kabarmelayu.com,KAMPAR Siswasiswi UPT Sekolah Dasar (SD) Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, tampil gemilang di P
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Arman Achdiat, menanggapi laporan Pemerintah Provinsi (Pempro
Hukrim
Kasat Noki Respons Informasi Narkoba di Medsos, Personel Sisir Lokasi, Dua Orang Positif Narkoba
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Advokat Pejuang Keadilan Riau (TAPAK Riau) mendesak polisi untuk meningkatkan perkara dugaan penyalahgunaan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Inovasi pelayanan pemenuhan gizi bagi peserta didik terus dikembangkan untuk menciptakan pengalaman makan yang l
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Masyarakat tidak perlu lagi berulang kali menyerahkan data dan dokumen administrasi kepada berbagai instansi pemer
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT menghadiri Asistensi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Hibah Rehab
Pemerintahan
kabarmelayu.com, KAMPAR Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta menjaga kekondusifan lingkungan,
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membentuk 2 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru. Kedua OPD tersebut yakni D
Pemerintahan